Akurat Logo

Deretan Fakta Penggeledahan Safe House Ketua KPK Firli Bahuri

Deni Muhtarudin | 27 Oktober 2023, 17:47 WIB
Deretan Fakta Penggeledahan Safe House Ketua KPK Firli Bahuri

 

AKURAT.CO Direktrorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menggeledah rumah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, pada Kamis (26/10/2023).

Rumah yang terletak di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu, disebut-sebut sebagai safe house milik Firli Bahuri.

Penggeledahan safe house Firli Bahuri merupakan tindak lanjut dari dugaan pemerasan kepada mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, yang juga sedang terjerat kasus korupsi. 

Baca Juga: KPK Hormati Upaya Paksa Penggeledahan Rumah Firli Bahuri

Berikut deretan fakta penggeledahan safe house Firli Bahuri:

  1. Safe house pernah dipakai bertemu Syahrul Yasin Limpo

Pengacara Syahrul Yasin Limpo, Arianto, mengatakan bahwa Firli Bahuri pernah bertemu dengan Syahrul Yasin Limpo di safe house tersebut. Namun ia tak mengetahui persis kapan pertemuan terjadi.

"Betul pernah ketemu di situ, tapi konon katanya itu safe house KPK," kata Arianto, Kamis (25/10/2023).

  1. Tidak terdaftar di LHKPN

Safe house Firli Bahuri itu tidak tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK terbaru pada 20 Februari 2023.

Dikutip melalui laman e-LHKPN KPK, Firli Bahuri memiliki delapan tanah dan bangunan yang tersebar di Bekasi dan Bandar Lampung dengan total keseluruhan mencapai Rp10,4 miliar.

Baca Juga: Polri Wajib Transparan Dalam Pemeriksaan Ketua KPK Firli Bahuri

  1. Mengaku hanya rumah sewaan

Kuasa hukum Firli Bahuri, Ian Iskandar, mengatakan rumah di Kertanegara merupakan rumah sewaan. Menurutnya, rumah tersebut digunakan Firli Bahuri untuk beristirahat saat berdinas di Jakarta.

"Itu (rumah) sewa kalau beliau ke Jakarta, mau rehat istirahat, karena jarak dari Bekasi ke tempat dia bekerja kan cukup jauh kan," kata Ian.

  1. Ada pegawai KPK yang ikut masuk

Saat penggeledahan oleh penyidik Polda Metro Jaya berlangsung, ada empat pegawai KPK masuk ke safe house Firli Bahuri sampai proses penggeledahan selesai. 

Setelah penggeledahan selesai, salah seorang pegawai Biro Hukum KPK Martin terlihat mengenakan kemeja oranye. Ia mengatakan kehadiran pegawai KPK dalam rangka mendampingi kegiatan pimpinan KPK.

"Pendampingan kegiatan pimpinan. Bukan dari penindakan KPK, dari Biro Hukum KPK," katanya.

Ia mengatakan, selama di dalam rumah Firli Bahuri, pegawai KPK hanya memerhatikan kegiatan penggeledahan oleh Polda Metro Jaya.

  1. Tim penyidik sita satu koper

Setelah melakukan penggeledahan safe house Firli Bahuri, tim penyidik Polda Metro Jaya membawa koper berwarna abu-abu, printer hitam serta totebag merah. Semua sitaan dari kediaman Firli Bahuri itu kemudian dimasukkan ke minibus Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.  

  1. Novel Baswedan angkat bicara

Mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, mengaku terkejut Firli Bahuri punya rumah singgah. Menurut Novel Baswedan, kepemilikan rumah singgah oleh Ketua KPK merupakan hal aneh dan baru kali ini terjadi.

"Kita semua dikejutkan dengan adanya rumah di Kertanegara Nomor 46 yang digunakan oleh Firli," kata Novel Baswedan.

"Aneh, pimpinan KPK punya rumah singgah, baru kali ini. Saya khawatir itu adalah rumah tempat pertemuan terkait dengan hal-hal yang bernuansa korupsi, imbuhnya. (Adinda Shafa Afriasti)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
W
Editor
Wahyu SK