Akurat Logo

Jelang Muktamar ke-35 NU, Alvara Soroti Tantangan Strategis Kepemimpinan PBNU

Lufaefi | 2 Agustus 2026, 07:06 WIB
Jelang Muktamar ke-35 NU, Alvara Soroti Tantangan Strategis Kepemimpinan PBNU
Hasanuddin Ali Alvara Institute - Instagram @kaderbangsaofficial

AKURAT.CO Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang dinilai tidak hanya menjadi momentum memilih kepemimpinan baru, tetapi juga menentukan arah strategis organisasi dalam menghadapi tantangan abad kedua NU.

Founder dan CEO Alvara Strategic Research, Hasanuddin Ali, mengatakan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang terpilih nantinya dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara independensi organisasi dan kemitraan dengan pemerintah dalam menjalankan berbagai program pembangunan.

Menurut Hasanuddin, NU memiliki pengalaman panjang sebagai organisasi masyarakat sipil yang mampu bekerja sama dengan pemerintah tanpa kehilangan fungsi kritisnya dalam memberikan masukan terhadap kebijakan publik.

Baca Juga: PKB Jabar Dorong Muktamar NU Lahirkan Kepemimpinan Berkarakter Idham Chalid dan Gus Dur

"Kedekatan dengan pemerintah dapat menjadi modal untuk mempercepat program kemaslahatan umat. Namun, pada saat yang sama NU harus tetap menjaga independensi organisasi agar kepercayaan masyarakat tetap terpelihara," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Hasanuddin yang juga penulis riset Anatomi Nahdliyin dan Masa Depan NU: Membaca Warga NU di Abad Kedua menyebut Muktamar kali ini memiliki agenda yang jauh lebih luas dibanding sekadar memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Ia memaparkan sedikitnya lima agenda strategis yang dinilai perlu menjadi perhatian kepengurusan mendatang. Pertama, penguatan kaderisasi generasi muda agar bonus demografi dapat dimanfaatkan melalui ruang belajar, kepemimpinan, dan pengembangan kapasitas bagi generasi muda Nahdliyin.

Kedua, transformasi digital organisasi melalui tata kelola yang lebih modern, berbasis data, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan organisasi dan dakwah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi