Jelang Muktamar NU 2026, Nama Nasaruddin Umar Menguat, Muncul Bocoran Formasi PBNU Baru

AKURAT.CO Dinamika menuju Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 mulai menunjukkan arah baru. Di tengah belum ditetapkannya lokasi muktamar, wacana mengenai komposisi kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026–2031 mulai mengemuka.
Salah satu usulan datang dari Tokoh Muda Nahdliyin Jawa Timur sekaligus Ketua Umum Netra Bakti Indonesia (NBI), Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, yang menyebut peta kandidat Ketua Umum PBNU mulai mengerucut dan mengarah pada nama Menteri Agama, Nasaruddin Umar.
“Dukungan terhadap Menteri Agama Nasaruddin Umar terus menguat dari berbagai kalangan,” kata Gus Lilur, Jumat (26/6/2026).
Baca Juga: PCNU Pekalongan Dukung Lirboyo Jadi Lokasi Muktamar ke-35 NU
Pernyataan tersebut muncul setelah sebelumnya Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Nasaruddin Umar sebagai salah satu figur yang memiliki peluang memimpin PBNU pada periode mendatang karena rekam jejak organisasinya di lingkungan NU.
Menurut Gus Lilur, NU saat ini membutuhkan pola kepemimpinan yang tidak hanya bertumpu pada otoritas keagamaan, tetapi juga mampu menjawab perubahan sosial dan tantangan global.
“NU membutuhkan kombinasi antara kedalaman ilmu para kiai dan energi pembaruan dari generasi intelektual muda. Keduanya tidak boleh dipertentangkan. Justru harus dipadukan agar NU tetap menjadi penuntun umat sekaligus relevan menghadapi perubahan global,” ujarnya.
Dalam skema yang diusulkan, posisi Rais Aam disebut ideal diisi oleh KH Said Aqil Siradj. Sementara Wakil Rais Aam diusulkan diisi KH Afifuddin Muhajir dan KH Marzuki Mustamar. Untuk posisi Katib Aam, nama KH Abdussalam Shohib masuk dalam rancangan tersebut.
Pada jajaran tanfidziyah, Gus Lilur mengusulkan Nasaruddin Umar sebagai Ketua Umum PBNU, didampingi Nusron Wahid dan Alissa Wahid sebagai Wakil Ketua Umum. Posisi Sekretaris Jenderal diusulkan untuk KH Yusuf Chudlori dan Bendahara Umum untuk KH Imam Jazuli.
Gus Lilur menegaskan bahwa formulasi tersebut bukan disusun atas dasar popularitas semata, melainkan mempertimbangkan keseimbangan antara kapasitas keilmuan, pengalaman organisasi, dan kemampuan membaca perubahan zaman.
“NU tidak cukup hanya menjaga tradisi. NU juga harus mampu memimpin transformasi. Karena itu, kami mengusulkan kepemimpinan yang memadukan kearifan ulama dengan perspektif intelektual yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” katanya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Akui Belajar Politik kepada Nahdlatul Ulama
Ia menambahkan bahwa Muktamar NU mendatang seharusnya dipahami bukan sekadar momentum pergantian figur, tetapi penentuan arah organisasi untuk lima tahun ke depan.
“Yang paling penting bukan siapa yang menang, tetapi bagaimana NU tetap menjadi rumah besar umat Islam yang mampu melahirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa,” ujarnya.
Meski demikian, usulan tersebut disebut sebagai aspirasi dan kontribusi pemikiran dari kalangan NBI. Penentuan resmi struktur PBNU periode 2026–2031 tetap akan diputuskan melalui mekanisme organisasi dan forum Muktamar NU ke-35.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









