Lokasi Muktamar NU Belum Diputuskan, Gus Salam Ingatkan PBNU Jangan Biarkan Polemik Berlarut

AKURAT.CO Polemik penentuan lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) masih belum menemukan titik akhir. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, mengingatkan agar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengambil keputusan demi menjaga kesiapan agenda organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Gus Salam menyoroti belum adanya kepastian lokasi meski waktu pelaksanaan muktamar semakin dekat. Menurutnya, kondisi ini berpotensi mengganggu tahapan persiapan kegiatan.
Ia menjelaskan, dalam kondisi normal, penetapan waktu dan tempat muktamar diputuskan melalui rapat gabungan PBNU. Namun hingga kini, forum tersebut belum menghasilkan keputusan final.
Baca Juga: PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar, Penetapan Ditargetkan Pertengahan Juli
“Rapat gabungan PBNU tidak berhasil menentukan tempat dan waktu, akhirnya diputuskan dibahas di Munas-Konbes. Akan tetapi dalam Munas-Konbes NU kemarin juga tidak ada titik temu,” ujar Gus Salam kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).
Menurutnya, dinamika yang terjadi menunjukkan adanya kebuntuan dalam proses pengambilan keputusan.
“Bahkan kemarin terjadi dinamika seperti yang kita ketahui bersama. Akhirnya, dikembalikan ke PBNU lagi. Ini kan agak aneh,” lanjutnya.
Gus Salam berharap PBNU segera mengambil langkah melalui mekanisme organisasi yang sah agar polemik tidak berkepanjangan dan tidak memengaruhi pelaksanaan muktamar.
“Kami berharap PBNU secara mufakat menetapkan tempat muktamar. Kami juga berharap PBNU mendengar rekomendasi masyayikh agar muktamar ditempatkan di pesantren,” katanya.
Ia menilai keputusan lokasi harus segera ditetapkan agar seluruh proses teknis dan administratif dapat berjalan sesuai jadwal.
Sejauh ini sejumlah daerah dan lembaga telah menyampaikan aspirasi menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU. Di antaranya muncul usulan Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri, selain aspirasi dari Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, dan Cirebon.
Meski demikian, Gus Salam menegaskan seluruh usulan harus diperlakukan setara dan diputuskan melalui jalur organisasi. Menurutnya, jika musyawarah mufakat tidak tercapai, mekanisme pemungutan suara dapat menjadi opsi untuk mengakhiri perdebatan.
Baca Juga: Bukan Lirboyo, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar Tolak Keputusan Lokasi Muktamar
Sebelumnya, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf telah mengumumkan Muktamar ke-35 NU akan digelar pada 1–5 Agustus 2026. Namun hingga kini, lokasi pelaksanaan masih menunggu keputusan resmi.
“Muktamar akan diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus sampai 5 Agustus mendatang,” kata Yahya.
Ia menambahkan, “Kegiatan Muktamar akan diselenggarakan di tempat yang segera disepakati bersama.”
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









