Bukan Lirboyo, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar Tolak Keputusan Lokasi Muktamar

AKURAT.CO Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, membatalkan keputusan yang disebut menetapkan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, sebagai lokasi penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35.
Keputusan tersebut diambil menyusul polemik yang muncul dalam sidang pleno Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso, Kabupaten Kediri.
Pembatalan dilakukan setelah sejumlah peserta sidang menyampaikan keberatan atas beredarnya informasi bahwa Muktamar NU telah diputuskan berlangsung di Lirboyo. Para peserta menilai pembahasan mengenai penentuan tuan rumah Muktamar belum selesai sehingga belum dapat ditetapkan secara final.
Baca Juga: Iran Gelar Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Selama Enam Hari Usai Kesepakatan Damai dengan AS
Perdebatan dalam forum bahkan sempat memanas hingga terjadi aksi saling dorong antarpeserta sidang. Situasi tersebut mendorong Rais Aam PBNU turun tangan untuk memberikan penjelasan terkait mekanisme penetapan lokasi Muktamar.
KH Miftachul Akhyar menegaskan bahwa kewenangan menentukan lokasi Muktamar berada di tangan PBNU. Karena itu, keputusan yang dianggap telah menetapkan Lirboyo sebagai tuan rumah dinyatakan tidak berlaku dan dikembalikan kepada PBNU untuk diproses lebih lanjut.
“Saya mendapat penjelasan bahwa keputusan lokasi Muktamar dikembalikan kepada PBNU. Karena itu merupakan hak PBNU, maka keputusan yang dianggap telah menetapkan tempat Muktamar saya batalkan,” ujar Miftachul Akhyar, Selasa (23/6/2026).
Dengan dibatalkannya keputusan tersebut, lokasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 hingga kini belum ditetapkan. Sidang pleno hanya menghasilkan sejumlah alternatif wilayah yang akan dipertimbangkan lebih lanjut oleh PBNU.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf sebelumnya menyampaikan bahwa Muktamar NU ke-35 dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026. Namun, penentuan lokasi masih menunggu keputusan resmi PBNU setelah mempertimbangkan beberapa kandidat daerah.
Baca Juga: Cak Imin: PBNU Periode Ini Paling Mundur, Tapi hanya Muhaimin yang Berani Ngomong
Lima wilayah yang masuk dalam daftar alternatif tuan rumah Muktamar yakni Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sumatra Barat. Kelima daerah tersebut akan melalui proses evaluasi lebih lanjut sebelum diputuskan secara resmi oleh PBNU.
Polemik penentuan lokasi Muktamar menjadi salah satu isu yang mencuat dalam rangkaian Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026. PBNU menegaskan keputusan akhir mengenai tempat penyelenggaraan Muktamar akan diumumkan setelah melalui mekanisme organisasi yang berlaku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla





