Akurat Logo

Jelang Muktamar, Cak Imin Sentil Orang yang Main Politik di Tubuh Nahdlatul Ulama

Lufaefi | 23 Juni 2026, 15:09 WIB
Jelang Muktamar, Cak Imin Sentil Orang yang Main Politik di Tubuh Nahdlatul Ulama
Muhaimin Iskandar (Akurat.co Image)

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti dinamika yang berkembang di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) menjelang pelaksanaan Muktamar Ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

Melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya, Minggu (21/6/2026), Muhaimin menegaskan bahwa NU merupakan organisasi yang dibangun atas semangat persatuan dan harmoni, bukan arena persaingan politik yang bersifat kompetitif.

Menurutnya, NU selama ini menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kemampuan dan latar belakang berbeda untuk bersama-sama berkhidmat kepada umat dan bangsa. Karena itu, ia mengingatkan agar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut tidak dijadikan sebagai wadah pertarungan kepentingan politik.

Baca Juga: Penentuan Lokasi Muktamar NU Diwarnai Kericuhan, PBNU Tegaskan Belum Ada Keputusan Final

“NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan,” tulis Muhaimin dalam unggahannya.

Dalam pernyataan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat tersebut juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa praktik politik ke dalam kehidupan organisasi NU.

“Yang main-main di NU keluarkan saja. Yang berpolitik silakan di partai saja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal menjelang Muktamar Ke-35 NU. Sejumlah isu terkait mekanisme pemilihan kepemimpinan, lokasi muktamar, hingga arah organisasi menjadi perbincangan di kalangan nahdliyin dalam beberapa pekan terakhir.

Meski tidak menyebut pihak tertentu, pernyataan Muhaimin dinilai sebagai ajakan agar seluruh elemen NU tetap menjaga khittah organisasi, mengedepankan musyawarah, serta menghindari polarisasi yang berpotensi mengganggu persatuan warga nahdliyin.

Menjelang akhir unggahannya, Muhaimin juga mengenang almarhum KH Hasyim Muzadi yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999–2010. Ia mengaku merindukan sosok ulama yang dikenal mampu menjaga keseimbangan organisasi di tengah berbagai dinamika yang dihadapi NU.

Baca Juga: Muktamar Ke-35 NU Dijadwalkan Digelar 1–5 Agustus 2026

Muktamar Ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026 dan akan menjadi forum tertinggi organisasi untuk membahas berbagai persoalan strategis keumatan, kebangsaan, serta menentukan kepemimpinan NU untuk periode berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi