Bolehkah Melaksanakan Sholat Idul Fitri Dua Kali?

AKURAT.CO Perbedaan penetapan 1 Syawal kembali terjadi tahun ini. Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri lebih dahulu (Jumat, 20 Maret 2026), sementara pemerintah melalui sidang isbat menetapkan hari raya pada keesokan harinya (Sabtu, 21 Maret 2026).
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat: bolehkah seseorang melaksanakan Sholat Idul Fitri dua kali karena perbedaan tersebut?
Secara umum, para ulama menjelaskan bahwa Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan satu kali pada hari raya. Dalam praktiknya, sholat Id tidak disyariatkan untuk diulang pada hari yang sama tanpa sebab tertentu.
Baca Juga: Lafadz Takbiran Idul Fitri Muhammadiyah dan NU, Sama atau Beda?
Namun, dalam konteks perbedaan penetapan hari raya, para ulama memandangnya sebagai persoalan ijtihadiyah (hasil perbedaan metode penetapan). Karena itu, hukum pelaksanaannya perlu dilihat dari situasi masing-masing individu.
Bagi seseorang yang telah melaksanakan Sholat Id bersama Muhammadiyah pada hari pertama, maka secara hukum ia telah menunaikan sunnah Idul Fitri. Ia tidak memiliki kewajiban untuk mengulanginya keesokan hari.
Sebaliknya, apabila seseorang tidak melaksanakan sholat pada hari pertama karena mengikuti keputusan pemerintah, maka ia cukup melaksanakannya pada hari yang ditetapkan pemerintah.
Adapun jika seseorang tetap ingin menghadiri Sholat Id pada hari kedua demi menjaga kebersamaan keluarga atau lingkungan, para ulama membolehkan dengan catatan niatnya sebagai sholat sunnah biasa, bukan sebagai pengulangan Sholat Id yang wajib.
Hal ini dianalogikan dengan seseorang yang mengulang sholat berjamaah untuk mendapatkan keutamaan berjamaah, sebagaimana terdapat dalam sejumlah riwayat tentang kebolehan mengulang sholat sunnah.
Meski demikian, yang lebih utama adalah menjaga konsistensi mengikuti satu keputusan yang diyakini, agar tidak menimbulkan kebingungan atau anggapan mempermainkan ibadah.
Baca Juga: MUI: Penetapan Idulfitri Selain oleh Pemerintah Hukumnya Haram
Perbedaan penetapan Idul Fitri antara Muhammadiyah dan pemerintah merupakan perbedaan metode hisab dan rukyat yang telah lama terjadi di Indonesia. Ulama mengingatkan agar perbedaan tersebut disikapi dengan bijak dan tidak menjadi sumber perpecahan.
Dengan demikian, Sholat Idul Fitri pada dasarnya dilaksanakan satu kali sesuai keyakinan penetapan yang diikuti. Jika menghadiri pelaksanaan di hari berbeda demi alasan sosial dan ukhuwah, niatnya diarahkan sebagai ibadah sunnah, bukan pengulangan kewajiban.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 5Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar





