Manfaat Kesehatan Berpuasa menurut Pandangan Islam dan Medis

AKURAT.CO Puasa merupakan ibadah yang memiliki dimensi spiritual sekaligus berdampak pada kesehatan jasmani. Dalam Islam, puasa Ramadhan diwajibkan sebagai sarana pembinaan ketakwaan, namun para ulama juga menjelaskan bahwa di balik perintah tersebut terdapat berbagai hikmah, termasuk manfaat bagi kesehatan tubuh.
Sejalan dengan itu, dunia medis modern turut mengkaji puasa dan menemukan berbagai dampak positifnya bagi keseimbangan fisik dan metabolisme manusia.
Pandangan Islam tentang puasa dan kesehatan
Dalam pandangan Islam, puasa bukan sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga merupakan proses pengendalian diri secara menyeluruh. Al-Qur’an menegaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk ketakwaan, namun ketakwaan tersebut berimplikasi pada pola hidup yang lebih sehat dan teratur.
Dalil Al-Qur’an:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya:
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.
Para ulama menjelaskan bahwa ketakwaan mencakup kemampuan mengendalikan hawa nafsu, termasuk dalam hal konsumsi makanan. Dengan pola makan yang lebih teratur dan pembatasan asupan selama puasa, tubuh dilatih untuk tidak berlebihan, sebagaimana prinsip Islam yang melarang sikap israf atau berlebih-lebihan.
Dalil Al-Qur’an:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
Artinya:
Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.
Baca Juga: Amalan Sunah yang Dianjurkan di Awal Bulan Puasa menurut Ulama
Sebagian ulama klasik juga menyinggung hubungan puasa dengan kesehatan. Imam al-Ghazali, misalnya, menjelaskan bahwa pengendalian makan dapat membersihkan hati dan memperbaiki kondisi tubuh, karena banyak penyakit bersumber dari pola makan yang tidak terkontrol.
Manfaat puasa menurut pandangan medis
Dalam kajian medis, puasa dikenal memiliki sejumlah manfaat fisiologis apabila dilakukan dengan benar. Salah satu manfaat utama puasa adalah memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan.
Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan selama beberapa jam, organ-organ pencernaan bekerja lebih ringan sehingga proses pemulihan sel dapat berlangsung secara optimal.
Puasa juga berperan dalam pengaturan kadar gula darah. Dengan berkurangnya frekuensi makan, tubuh belajar menggunakan cadangan energi secara lebih efisien. Hal ini membantu menjaga keseimbangan metabolisme dan, pada kondisi tertentu, dapat menurunkan risiko gangguan metabolik apabila disertai pola makan sahur dan berbuka yang sehat.
Selain itu, puasa berkontribusi dalam proses detoksifikasi alami tubuh. Saat tidak ada asupan makanan, tubuh akan memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi. Dalam proses ini, zat-zat sisa metabolisme yang tersimpan dapat dikeluarkan secara bertahap, sehingga membantu menjaga kebugaran tubuh.
Dari sisi kesehatan mental, puasa juga berdampak positif. Pola hidup yang lebih teratur, waktu istirahat yang cukup, serta pengurangan konsumsi berlebihan dapat membantu menurunkan tingkat stres. Kondisi mental yang lebih stabil ini selaras dengan tujuan spiritual puasa dalam Islam, yaitu mencapai ketenangan jiwa.
Integrasi pandangan Islam dan medis
Pandangan Islam dan medis menunjukkan titik temu yang kuat dalam memandang puasa sebagai sarana pembinaan manusia secara menyeluruh. Islam menekankan puasa sebagai ibadah yang membentuk akhlak dan ketakwaan, sementara medis melihat puasa sebagai metode yang dapat meningkatkan kesehatan tubuh apabila dilakukan secara proporsional.
Keduanya sepakat bahwa manfaat puasa akan optimal apabila diiringi dengan pola hidup seimbang, seperti menjaga kualitas makanan saat sahur dan berbuka, tidak berlebihan, serta memperhatikan kondisi tubuh masing-masing individu.
Baca Juga: Amalan Sunah yang Dianjurkan di Awal Bulan Puasa menurut Ulama
Penutup
Berdasarkan pandangan Islam dan kajian medis, puasa memiliki manfaat yang luas, baik bagi kesehatan rohani maupun jasmani. Puasa melatih pengendalian diri, memperbaiki pola hidup, serta memberikan dampak positif bagi sistem tubuh dan kesehatan mental.
Dengan menjalankan puasa secara benar sesuai tuntunan syariat dan prinsip kesehatan, ibadah puasa Ramadhan diharapkan tidak hanya bernilai pahala di sisi Allah Swt., tetapi juga menjadi sarana menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan manusia secara menyeluruh. Semoga puasa yang kita jalani membawa keberkahan, kesehatan, dan ketakwaan. Aamiin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










