Kunci Puasa Sehat Saat Ramadan: dari Asupan Hingga Olahraga

AKURAT.CO Menjalani puasa Ramadan membutuhkan kesiapan fisik agar tubuh tetap sehat dan aktivitas harian tidak terganggu. Pakar kesehatan mengingatkan bahwa pola makan, asupan cairan, dan aktivitas fisik menjadi faktor utama agar puasa tetap berjalan optimal.
Saat sahur, masyarakat dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, atau oatmeal membantu menjaga energi lebih lama. Asupan protein dari telur, ikan, atau kacang-kacangan juga penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh.
Selain itu, konsumsi sayur dan buah dianjurkan untuk mencukupi kebutuhan serat dan vitamin. Serat membantu menjaga pencernaan tetap lancar selama berpuasa.
Saat berbuka puasa, disarankan untuk memulai dengan porsi ringan, seperti air putih dan buah manis alami. Menghindari makanan berlemak berlebihan dan tinggi gula penting untuk mencegah lonjakan gula darah secara drastis.
Baca Juga: Freelancer Perempuan Menang Dua Proyek Bernilai Rp39 Juta Lewat Sribu
Asupan cairan juga menjadi perhatian utama selama Ramadan. Kebutuhan air putih dapat dipenuhi dengan pola minum teratur antara waktu berbuka hingga sahur. Membatasi minuman berkafein dianjurkan karena dapat meningkatkan risiko dehidrasi.
Dari sisi aktivitas fisik, olahraga tetap dianjurkan selama Ramadan dengan intensitas ringan hingga sedang. Waktu yang disarankan untuk berolahraga adalah menjelang berbuka atau setelah salat tarawih. Jenis olahraga seperti jalan kaki, peregangan, atau bersepeda santai dinilai aman untuk menjaga kebugaran.
Pakar kesehatan menekankan pentingnya waktu istirahat yang cukup. Pola tidur yang teratur membantu tubuh beradaptasi dengan perubahan jam makan dan aktivitas selama Ramadan.
Dengan menjaga asupan gizi, kecukupan cairan, olahraga teratur, dan istirahat yang cukup, puasa Ramadan dapat dijalani secara sehat dan tetap produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








