Akurat

Niat Sholat Tarawih Berjamaah Digabung dengan Niat Sholat Isya, Apakah Boleh?

Lufaefi | 19 Februari 2026, 15:31 WIB
Niat Sholat Tarawih Berjamaah Digabung dengan Niat Sholat Isya, Apakah Boleh?

 

AKURAT.CO Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah sholat Isya. Dalam praktik berjamaah di masjid, sholat Isya biasanya dilaksanakan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan sholat Tarawih. Namun, sebagian orang bertanya: bolehkah niat sholat Tarawih digabung dengan niat sholat Isya dalam satu pelaksanaan?

Pertanyaan ini penting karena menyangkut sah atau tidaknya ibadah. Dalam fikih Islam, niat merupakan rukun sholat yang menentukan jenis ibadah yang sedang dikerjakan. Setiap sholat memiliki identitas tersendiri, baik yang wajib maupun yang sunnah. Sholat Isya adalah sholat fardhu empat rakaat, sedangkan sholat Tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan dua rakaat satu salam.

Para ulama menjelaskan bahwa satu sholat hanya bisa memiliki satu niat ibadah yang berdiri sendiri. Tidak boleh menggabungkan dua ibadah sholat berbeda dalam satu takbiratul ihram jika keduanya memiliki hukum dan kedudukan yang berbeda. Imam al-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menegaskan bahwa sholat fardhu dan sholat sunnah tidak dapat digabung dalam satu niat, karena masing-masing memiliki maksud dan ketentuan tersendiri.

Baca Juga: Lupa Niat Sholat Tarawih, Bagaimana Solusi Menurut Islam?

Berdasarkan penjelasan tersebut, menggabungkan niat sholat Isya dengan niat sholat Tarawih dalam satu sholat tidak diperbolehkan. Jika seseorang berniat melaksanakan Isya sekaligus Tarawih dalam satu rangkaian empat rakaat, maka yang sah hanyalah sholat Isyanya, sedangkan Tarawihnya tidak terhitung. Sebab, Tarawih memiliki tata cara tersendiri yang berbeda dari Isya.

Sholat Tarawih harus dilaksanakan setelah sholat Isya selesai secara sempurna. Artinya, seseorang terlebih dahulu menunaikan kewajiban Isya, kemudian berdiri kembali dengan niat khusus untuk melaksanakan sholat sunnah Tarawih.

Adapun niat masing-masing sholat juga berbeda. Niat sholat Isya, misalnya:

أُصَلِّي فَرْضَ الْعِشَاءِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلّٰهِ تَعَالَى

Artinya:
Saya niat sholat fardhu Isya empat rakaat karena Allah Ta’ala.

Sedangkan niat sholat Tarawih dua rakaat sebagai makmum adalah:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى مَأْمُومًا

Artinya:
Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala sebagai makmum.

Perbedaan redaksi ini menunjukkan perbedaan substansi ibadah. Karena itu, tidak dibenarkan menggabungkan keduanya dalam satu niat dan satu pelaksanaan sholat.

Namun, perlu dibedakan dengan kondisi tertentu, misalnya seseorang datang terlambat ke masjid ketika jamaah sudah memulai Tarawih, sementara ia belum melaksanakan Isya. Dalam kondisi ini, menurut sebagian ulama, ia boleh berniat sholat Isya dan mengikuti gerakan imam Tarawih. Setelah imam salam dua rakaat, ia berdiri untuk menyempurnakan rakaat Isyanya hingga empat rakaat. Setelah itu, ia bisa mengikuti kembali sholat Tarawih. Ini bukan menggabungkan dua niat dalam satu sholat, melainkan menyesuaikan niat pribadi dengan kondisi jamaah.

Dengan demikian, prinsip dasarnya adalah setiap sholat memiliki niat dan pelaksanaan yang berdiri sendiri. Menggabungkan niat Isya dan Tarawih dalam satu sholat tidak diperbolehkan dan tidak sah untuk keduanya sekaligus.

Baca Juga: Niat Sholat Tarawih dengan Bahasa Indonesia, Apakah Sholatnya Sah?

QnA Seputar Menggabungkan Niat Isya dan Tarawih

  1. Apakah boleh menggabungkan niat sholat Isya dan Tarawih dalam satu sholat?
    Tidak boleh. Keduanya adalah ibadah yang berbeda, sehingga harus dikerjakan dengan niat dan pelaksanaan yang terpisah.

  2. Jika saya berniat Isya sekaligus Tarawih dalam empat rakaat, apa yang sah?
    Yang sah adalah sholat Isya saja, karena ia sholat fardhu. Tarawih tidak terhitung.

  3. Bagaimana jika saya belum Isya tetapi imam sudah Tarawih?
    Anda boleh berniat Isya dan mengikuti imam. Setelah imam salam dua rakaat, Anda menyempurnakan sisa rakaat Isya secara mandiri.

  4. Mengapa tidak boleh digabung?
    Karena masing-masing sholat memiliki hukum, jumlah rakaat, dan kedudukan yang berbeda dalam syariat.

  5. Apakah menggabungkan niat termasuk mempermudah ibadah?
    Dalam hal ini tidak, karena syariat telah mengatur tata cara yang jelas. Mempermudah tidak berarti mengubah struktur ibadah yang telah ditentukan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi