Lupa Niat Sholat Tarawih, Bagaimana Solusi Menurut Islam?

AKURAT.CO Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah sholat Isya. Ia menjadi bagian dari qiyam Ramadan yang sangat dianjurkan, baik secara berjamaah di masjid maupun secara munfarid di rumah.
Dalam pelaksanaannya, niat merupakan salah satu rukun sholat yang tidak boleh ditinggalkan. Karena itu, ketika seseorang merasa lupa berniat sebelum memulai Tarawih, muncul pertanyaan: apakah sholatnya sah dan bagaimana solusinya menurut Islam?
Dalam kajian fikih, para ulama sepakat bahwa niat adalah rukun sholat. Tanpa niat, sholat tidak sah. Niat bukan sekadar lafaz, melainkan kehendak hati untuk melakukan ibadah tertentu demi Allah SWT.
Imam al-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa yang menjadi ukuran sahnya niat adalah hadirnya maksud dalam hati ketika memulai sholat, khususnya saat takbiratul ihram.
Dengan demikian, yang perlu dipastikan adalah: apakah benar-benar tidak ada niat sama sekali di dalam hati, atau hanya lupa melafalkannya?
Pertama, jika seseorang lupa melafalkan niat tetapi dalam hatinya sudah sadar bahwa ia hendak melaksanakan sholat Tarawih, maka sholatnya tetap sah. Sebab, yang menjadi rukun adalah niat dalam hati, bukan ucapan lisan.
Kedua, jika seseorang berdiri dan melakukan takbiratul ihram tanpa menghadirkan niat tertentu dalam hatinya, misalnya tidak sadar sholat apa yang sedang dikerjakan, maka sholat tersebut tidak sah. Dalam kondisi seperti ini, solusinya adalah membatalkan sholat tersebut dengan tertib, lalu mengulanginya dengan menghadirkan niat yang benar sejak awal.
Baca Juga: Niat Sholat Tarawih dengan Bahasa Indonesia, Apakah Sholatnya Sah?
Ketiga, jika di tengah sholat ia baru tersadar bahwa tadi tidak menghadirkan niat secara jelas, maka menurut mayoritas ulama, sholat itu tidak bisa diperbaiki di tengah jalan. Ia harus mengulang dari awal, karena niat merupakan rukun yang harus menyertai permulaan sholat, bukan di tengah-tengahnya.
Namun demikian, dalam praktik sehari-hari, kasus “lupa niat” sering kali sebenarnya hanya keraguan (was-was). Seseorang merasa ragu apakah sudah berniat atau belum, padahal secara kebiasaan ia tidak mungkin berdiri untuk sholat tanpa maksud tertentu.
Dalam kaidah fikih disebutkan bahwa keyakinan tidak hilang karena keraguan. Jika seseorang yakin bahwa ia hendak sholat Tarawih, lalu muncul keraguan setelahnya, maka sholatnya tetap sah dan tidak perlu diulang.
Islam adalah agama yang tidak mempersulit. Allah SWT tidak membebani hamba-Nya di luar kemampuan. Oleh karena itu, selama seseorang memiliki kesadaran untuk melaksanakan sholat Tarawih dan tidak dengan sengaja mengabaikan niat, maka tidak perlu berlebihan dalam menyikapi keraguan yang muncul.
Solusi praktis agar tidak lupa niat adalah dengan membiasakan menghadirkan kesadaran sejenak sebelum takbiratul ihram. Tidak perlu membaca lafaz panjang, cukup dalam hati ditegaskan: “Saya akan melaksanakan sholat Tarawih karena Allah.” Kebiasaan sederhana ini dapat membantu menjaga ketenangan dan menghindari was-was.
Pada akhirnya, yang terpenting bukanlah formalitas lafaz, melainkan kejelasan maksud di dalam hati dan keikhlasan dalam beribadah. Sholat Tarawih adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan Ramadan, sehingga hendaknya dijalankan dengan tenang, penuh keyakinan, dan tanpa kecemasan berlebihan.
Baca Juga: Niat Sholat Tarawih Berjamaah dalam Bahasa Arab dan Artinya
QnA Seputar Lupa Niat Sholat Tarawih
-
Apakah sholat Tarawih sah jika lupa melafalkan niat?
Sah, selama di dalam hati sudah ada maksud untuk melaksanakan sholat Tarawih. Melafalkan niat bukan rukun, yang wajib adalah niat dalam hati. -
Bagaimana jika benar-benar tidak menghadirkan niat saat takbiratul ihram?
Sholat tersebut tidak sah dan harus diulang dari awal dengan menghadirkan niat yang benar sebelum atau bersamaan dengan takbiratul ihram. -
Jika ragu sudah berniat atau belum, apa yang harus dilakukan?
Jika sebelumnya yakin hendak sholat Tarawih, maka keraguan setelahnya tidak perlu dihiraukan. Sholat tetap sah berdasarkan kaidah bahwa keyakinan tidak gugur karena keraguan. -
Apakah niat bisa diperbaiki di tengah sholat?
Tidak. Niat harus ada sejak awal sholat. Jika memang tidak ada niat sejak permulaan, maka sholat harus diulang. -
Bagaimana cara agar tidak lupa niat?
Biasakan berhenti sejenak sebelum takbiratul ihram untuk menghadirkan kesadaran dalam hati tentang sholat yang akan dikerjakan. Tidak perlu lafaz panjang, yang penting adalah kejelasan maksud dan keikhlasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






