Akurat

Niat Sholat Tarawih Berjamaah dalam Bahasa Arab dan Artinya

Lufaefi | 19 Februari 2026, 10:11 WIB
Niat Sholat Tarawih Berjamaah dalam Bahasa Arab dan Artinya

AKURAT.CO Sholat Tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah sholat Isya. Ibadah ini memiliki kedudukan istimewa karena menjadi bagian dari syiar Ramadan yang dilakukan secara berjamaah di masjid maupun secara sendiri di rumah. Dalam praktiknya, sholat Tarawih dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

Secara historis, sholat Tarawih pernah dilakukan secara berjamaah oleh Rasulullah SAW pada beberapa malam Ramadan. Dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dijelaskan bahwa beliau melaksanakannya bersama para sahabat, namun kemudian menghentikannya secara rutin karena khawatir diwajibkan kepada umatnya. Setelah wafatnya Rasulullah SAW, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sholat Tarawih kembali ditata pelaksanaannya secara berjamaah dalam satu imam agar lebih tertib dan terorganisir.

Dalam konteks fikih, niat merupakan rukun sholat yang sangat mendasar. Tanpa niat, sholat tidak sah. Niat secara bahasa berarti kehendak atau maksud, sedangkan secara istilah adalah keinginan dalam hati untuk melakukan suatu ibadah demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mayoritas ulama menegaskan bahwa tempat niat adalah di dalam hati. Adapun melafalkannya secara lisan dipandang sebagai bentuk membantu menghadirkan kesungguhan hati.

Baca Juga: Mau Mudik? Ini Kalender Maret 2026 dan Jadwal Libur Lebaran Lengkap

Niat sholat Tarawih berjamaah berbeda antara imam, makmum, dan orang yang sholat sendirian. Perbedaan ini terletak pada penyebutan statusnya sebagai imam atau makmum dalam lafaz niat.

Berikut adalah niat sholat Tarawih berjamaah sebagai makmum dalam bahasa Arab:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى مَأْمُومًا

Artinya:
Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala sebagai makmum.

Adapun niat sholat Tarawih berjamaah sebagai imam adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى إِمَامًا

Artinya:
Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala sebagai imam.

Sholat Tarawih pada umumnya dilaksanakan dua rakaat satu salam, kemudian diulang hingga mencapai jumlah rakaat tertentu sesuai dengan praktik yang dianut, baik delapan rakaat maupun dua puluh rakaat, yang keduanya memiliki dasar praktik dalam sejarah umat Islam. Perbedaan jumlah rakaat ini telah lama menjadi bagian dari khazanah fikih yang bersifat ijtihadi dan tidak perlu dipertentangkan secara berlebihan.

Yang terpenting dalam pelaksanaan sholat Tarawih berjamaah adalah kekhusyukan, keikhlasan niat, serta upaya menjaga ketertiban dan kebersamaan dalam ibadah. Tarawih bukan semata-mata ritual fisik, melainkan sarana spiritual untuk memperbanyak qiyamullail, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menghidupkan malam-malam Ramadan dengan zikir dan doa.

Dengan memahami niat dan tata cara pelaksanaannya secara benar, umat Islam diharapkan dapat menjalankan ibadah Tarawih dengan penuh kesadaran dan ketenangan hati, sehingga Ramadan benar-benar menjadi momentum peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan.

Baca Juga: Pemerintah Klaim Deal Dagang RI-AS Final, Siap Teken

QnA Seputar Niat Sholat Tarawih Berjamaah

  1. Apakah niat sholat Tarawih harus dilafalkan?
    Tidak harus. Para ulama sepakat bahwa niat tempatnya di dalam hati. Melafalkan niat hanya sebagai bantuan agar hati lebih mantap dan fokus. Jika seseorang tidak melafalkan niat tetapi hatinya telah berniat, maka sholatnya tetap sah.

  2. Apakah wajib menyebutkan “imam” atau “makmum” dalam niat?
    Menurut sebagian ulama, khususnya dalam mazhab Syafi’i, makmum disunnahkan menyebutkan statusnya sebagai makmum agar jelas keterikatannya dengan imam. Adapun bagi imam, menyebutkan statusnya juga dianjurkan untuk membedakan perannya dalam sholat berjamaah.

  3. Bolehkah sholat Tarawih dilakukan sendiri di rumah?
    Boleh. Sholat Tarawih hukumnya sunnah muakkadah. Mengerjakannya secara berjamaah lebih utama, tetapi jika dilakukan sendiri tetap sah dan berpahala.

  4. Berapa jumlah rakaat sholat Tarawih yang paling benar?
    Para ulama berbeda pendapat. Ada yang melaksanakan delapan rakaat dengan witir, ada pula yang dua puluh rakaat. Keduanya memiliki landasan dalam tradisi umat Islam. Perbedaan ini termasuk wilayah ijtihad dan tidak perlu menjadi bahan perpecahan.

  5. Apakah niat harus menggunakan bahasa Arab?
    Tidak wajib. Niat pada dasarnya adalah kehendak hati. Jika seseorang berniat dalam bahasa apa pun yang ia pahami, maka itu sudah mencukupi. Penggunaan bahasa Arab dalam lafaz niat lebih bersifat tradisi dan pembiasaan dalam praktik ibadah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi