Tata Cara Melaksanakan Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah

AKURAT.CO Sholat Tarawih adalah ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah sholat Isya. Ibadah ini menjadi salah satu syiar penting Ramadan, karena termasuk bagian dari qiyam al-lail yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam praktiknya, sholat Tarawih dapat dilakukan secara sendiri (munfarid) maupun berjamaah di masjid.
Secara historis, Rasulullah SAW pernah melaksanakan Tarawih secara berjamaah bersama para sahabat, kemudian menghentikannya secara rutin karena khawatir diwajibkan atas umatnya. Setelah beliau wafat, pada masa Khalifah Umar bin Khattab, sholat Tarawih kembali ditata pelaksanaannya secara berjamaah dalam satu imam agar lebih teratur dan mempersatukan kaum Muslimin.
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri
Sholat Tarawih yang dilakukan sendiri pada dasarnya sama dengan sholat sunnah lainnya. Berikut tata caranya secara ringkas dan sistematis:
Pertama, berniat di dalam hati untuk melaksanakan sholat sunnah Tarawih karena Allah SWT.
Contoh lafaz niat dalam bahasa Arab:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Artinya:
Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.
Kedua, melakukan takbiratul ihram dengan membaca “Allahu Akbar”.
Ketiga, membaca doa iftitah (jika biasa diamalkan), kemudian membaca surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah atau ayat Al-Qur’an.
Keempat, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana tata cara sholat pada umumnya.
Kelima, bangkit untuk rakaat kedua, membaca Al-Fatihah dan surah, lalu menyempurnakan gerakan hingga tasyahud akhir dan salam.
Sholat Tarawih biasanya dilakukan dua rakaat satu salam, kemudian diulang sesuai jumlah rakaat yang diinginkan, baik delapan rakaat maupun dua puluh rakaat. Setelah selesai, dianjurkan menutupnya dengan sholat witir.
Baca Juga: Niat Sholat Tarawih Berjamaah Digabung dengan Niat Sholat Isya, Apakah Boleh?
Tata Cara Sholat Tarawih Berjamaah
Adapun tata cara sholat Tarawih berjamaah pada prinsipnya sama, hanya saja terdapat ketentuan tambahan terkait imam dan makmum.
Pertama, imam dan makmum masing-masing menghadirkan niat sesuai posisinya.
Niat makmum:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى مَأْمُومًا
Artinya:
Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala sebagai makmum.
Niat imam:
نَوَيْتُ صَلَاةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى إِمَامًا
Artinya:
Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala sebagai imam.
Kedua, imam mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surah pada dua rakaat pertama setiap dua rakaat, sedangkan makmum mendengarkan dengan khusyuk.
Ketiga, makmum wajib mengikuti gerakan imam dan tidak mendahuluinya. Jika imam rukuk, makmum ikut rukuk; jika imam sujud, makmum ikut sujud.
Keempat, setelah dua rakaat dan salam, jamaah dapat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan rakaat berikutnya. Kata “Tarawih” sendiri berasal dari kata yang berarti istirahat, karena pada masa awal Islam para sahabat beristirahat sejenak setelah beberapa rakaat.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah rakaat Tarawih. Sebagian melaksanakan delapan rakaat dengan witir, sebagian lainnya dua puluh rakaat dengan witir. Kedua praktik ini memiliki dasar dalam tradisi umat Islam dan tidak sepatutnya menjadi sumber perpecahan.
Yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan, ketertiban, serta semangat menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah dan tilawah Al-Qur’an.
Baca Juga: Lupa Niat Sholat Tarawih, Bagaimana Solusi Menurut Islam?
QnA Seputar Tata Cara Sholat Tarawih
-
Apakah sholat Tarawih lebih utama sendiri atau berjamaah?
Berjamaah lebih utama karena lebih menampakkan syiar dan mempererat ukhuwah. Namun, jika dilakukan sendiri tetap sah dan berpahala. -
Apakah bacaan dalam Tarawih harus panjang?
Tidak wajib. Bacaan dapat disesuaikan dengan kemampuan, namun dianjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan. -
Apakah harus dua rakaat satu salam?
Mayoritas ulama menganjurkan dua rakaat satu salam, sebagaimana praktik yang umum dilakukan. -
Apakah Tarawih harus di masjid?
Tidak harus. Tarawih boleh dilakukan di rumah, terutama jika ada uzur atau alasan tertentu. -
Apakah setelah Tarawih wajib witir?
Witir sangat dianjurkan sebagai penutup sholat malam, tetapi hukumnya sunnah, bukan wajib.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






