Akurat

4 Amalan Sunah Setelah Tarawih untuk Menyempurnakan Ibadah Ramadan

Dani Zahra | 24 Februari 2026, 23:09 WIB
4 Amalan Sunah Setelah Tarawih untuk Menyempurnakan Ibadah Ramadan

AKURAT.CO Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah khas yang hanya ada di bulan suci Ramadan.

Keutamaannya sangat besar, sebagaimana sabda Rasulullah SAW bahwa siapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

Baca Juga: Apa Itu Iftar? Pengertian, Makna, dan Hukumnya dalam Ibadah Ramadan

Namun, tahukah Anda bahwa ibadah di malam Ramadan tidak berhenti setelah salam terakhir

salat Tarawih? Masih ada waktu-waktu produktif menuju sahur yang bisa diisi dengan berbagai amalan untuk mempertebal pahala.

Berikut adalah 4 amalan sunah setelah Tarawih yang bisa Anda lakukan untuk menyempurnakan ibadah Ramadan tahun ini.

1. Menghidupkan Malam dengan Al-Qur’an

Bulan Ramadan identik dengan interaksi yang lebih intens bersama Al-Qur’an. Malam hari menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak bacaan, memperdalam makna, hingga menargetkan khatam 30 juz. Bukan sekadar mengejar jumlah, tetapi membangun kebiasaan yang konsisten sepanjang bulan suci.

2. Menutup Tarawih dengan Doa Kamilin

Jangan terburu-buru meninggalkan masjid setelah tarawih. Ada amalan yang kerap dibaca sebagai pelengkap ibadah malam, yaitu doa Kamilin.

Isinya merupakan permohonan agar iman semakin kuat, amal diterima, diberi kesabaran atas ujian, serta mendapat keselamatan dan kebahagiaan di akhirat kelak.

Berikut bunyi doa kamilin,

"Allaahummaj'alnaa bil iimaani kaamiliin, wa lil faraa 'idimu'addiin, wa lis-salaati haafiziin, wa liz-zakaatii faa'iliin, wa limaa 'indaka taalibiin, wa li'afwika raajiin, wa bil hudaa mutamassikiin, wa 'anil lagwi mu'ridiin, wa fiddunyaa zaahidiin, wa fil aakhirati raagibiin, wa bil qadaa'i raadiin, wa lin-na 'maa'i syaakiriin, wa 'alal balaa'i saabiriin, wa tahta liwaa'i sayyidinaa Muhammadin sallallahu 'alaihi wa sallama yaumal qiyaamati saa'iriin, wa ilal-haudi waaridiin, wa ilal jannati daakhiliin, wa minannaari naajin, wa 'alaa sariiril karaamati qaa'idiin wa min huurin 'iinim mutazaw-wijiin, wa min sundusiw wa istabraqiw wa diibaajim mutalabbisiin, wa min ta'aamil jannati aakiliin, wa mil labaniw wa 'asalim musaffan syaaribiin, bi akwaabiw wa abaariiqa wa ka'sim mim ma'iin.

Ma'allaziina an'amta 'alaihim minan-nabiyyiina was-siddiiqiina wasy-syuhadaa'i was-saalihiinna wa hasuna ulaa'ika rafiiqaa, zaalikal-fadlu minallaahi wa kafaa billaahi 'aliimaa. Allaahummaj'alnaa fii lailati haazasy-syahrisy-syariifatil-mubaarakati minas-su'adaa'il-maqbuuliina wa laa taj'alnaa minal-asyqiyaa'il-marduudiin. Wa sallallaahu 'alaa Muhammadiw wa 'alihii wa sahbihii ajmaa'in, bi rahmatika yaa arhamar-raahimiin, wal-hamdu lillaahi rabbil aalamiin."

Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah kami berkat iman orang-orang yang sempurna, orang-orang yang mengerjakan hal-hal yang fardhu, orang-orang yang memelihara sholat, orang-orang yang menunaikan zakat, orang-orang yang mengharapkan pahala yang ada di sisi-Mu, orang-orang yang mengharapkan ampunan-Mu, orang-orang yang berpegang teguh kepada hidayah, orang-orang yang berpaling dari perbuatan yang sia-sia, orang-orang yang berzuhud terhadap duniawi, orang-orang yang mengharapkan pahala akhirat, orang-orang yang ridha dengan qada, orang-orang yang mensyukuri nikmat, orang-orang yang sabar menghadapi cobaan dan musibah, dan orang-orang yang berjalan di bawah panji Nabi Muhammad SAW, kelak di hari kiamat, orang-orang yang digiring munuju telaga untuk meminum airnya, orang-orang yang masuk kedalam surga, orang-orang yang diselamatkan dari neraka, orang-orang yang didudukkan di atas dipan-dipan kemuliaan, orang yang mengawini bidadari-bidadari yang bermata jeli, orang-orang yang mengenakan pakaian dari sutra tipis dan tebal, orang-orang yang memakan makanan surga, dan minum dari air susu dan madu dengan memakai gelas-gelas dan cerek-cerek serta sloki (piala) yang langsung dari sumber-sumbernya. Yaitu dengan orang-orang yang telah Engkau berikan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, kaum siddiqin, para syuhada dan orang-orang yang salih, mereka adalah sebaik-baik teman, yang demikian itu adalah karunia dari Allah, dan cukuplah Allah Yang Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang berbahagia yang diterima amal perbuatannya dalam bulan yang mulia dan diberkati ini, dan janganlah Engkau jadikan kami orang-orang celaka yang ditolak amal perbuatannya.

3. Menguatkan Hati Lewat Dzikir

Setelah doa dan tadarus, lantunan dzikir bisa menjadi penyejuk jiwa. Bacaan tasbih, tahmid, dan doa-doa lainnya membantu menjaga ketenangan hati serta memperpanjang suasana khusyuk setelah shalat tarawih.

4. Membiasakan Diri untuk Berbagi

Ramadan juga mengajarkan kepedulian. Seusai ibadah malam, menyisihkan sebagian rezeki ke kotak infak adalah langkah sederhana yang bermakna besar. Sedekah, sekecil apa pun nilainya, menjadi bagian dari upaya meraih keberkahan di bulan yang mulia ini.

Manfaatkan malam Ramadan sebaik mungkin dengan menambah amalan setelah Tarawih. Semoga setiap ibadah yang dilakukan menjadi penyempurna pahala dan membawa keberkahan hingga akhir bulan suci.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dani Zahra
D