8 Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia dan Maknanya bagi Umat Muslim

AKURAT.CO Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau Lebaran 2026, masyarakat Indonesia mulai mempersiapkan berbagai tradisi khas yang selalu hadir setiap tahun. Mulai dari takbiran hingga silaturahmi, tradisi Lebaran menjadi momen penting untuk mempererat hubungan keluarga dan memperkuat nilai keislaman.
Dikutip dari berbagai sumber, Idul Fitri 1447 H diperkirakan tidak bersamaan antara organisasi Islam dan pemerintah. Muhammadiyah telah menetapkan Idul Fitri jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026, sementara pemerintah akan menentukannya melalui sidang isbat.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional, Thomas Djamaluddin, memperkirakan hilal berpotensi sulit terlihat pada 19 Maret 2026. Terlepas dari perbedaan penetapan tersebut, semangat merayakan Lebaran tetap terasa melalui berbagai tradisi yang diwariskan turun-temurun.
Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia dan Maknanya
Indonesia dikenal sebagai negara dengan keberagaman budaya. Hal ini juga tercermin dalam cara masyarakat merayakan Idul Fitri. Berikut beberapa tradisi Lebaran yang masih lestari hingga kini.
Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Ini Jadwal Anak Sekolah dan Pekerja
1. Takbiran ketika Malam Lebaran
Takbiran dilakukan pada malam menjelang Idul Fitri sebagai ungkapan rasa syukur setelah sebulan berpuasa. Kumandang takbir terdengar di masjid, musala, hingga pawai obor di sejumlah daerah. Tradisi ini melambangkan kebesaran Allah dan kebahagiaan menyambut hari kemenangan.
2. Shalat Idul Fitri
Pada pagi hari Lebaran, umat Islam melaksanakan shalat Idul Fitri secara berjamaah di masjid atau lapangan terbuka. Setelah shalat, khutbah disampaikan sebagai pengingat pentingnya menjaga keimanan dan memperkuat persaudaraan.
3. Mudik Lebaran
Mudik menjadi tradisi khas masyarakat Indonesia saat Idul Fitri. Para perantau pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Tradisi ini mencerminkan nilai kekeluargaan, kerinduan, dan rasa hormat kepada orang tua.
4. Silaturahmi dan Saling Memaafkan
Lebaran identik dengan kegiatan berkunjung ke rumah sanak saudara dan tetangga. Saling meminta dan memberi maaf menjadi inti dari tradisi ini. Di beberapa daerah, masih dikenal tradisi sungkeman sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua.
5. Menikmati Hidangan Khas Lebaran
Berbagai hidangan seperti ketupat, opor ayam, rendang, sambal goreng ati, serta kue kering selalu hadir saat Lebaran. Makanan tersebut menjadi simbol keberkahan, kebersamaan, dan rasa syukur atas rezeki yang diberikan.
6. Menunaikan Zakat Fitrah
Sebelum Idul Fitri, umat Islam wajib menunaikan zakat fitrah. Zakat ini bertujuan menyucikan diri setelah berpuasa sekaligus membantu masyarakat kurang mampu agar dapat merayakan Lebaran dengan layak.
7. Memberikan Amplop THR Lebaran
Memberikan uang dalam amplop kepada anak-anak atau anggota keluarga yang lebih muda menjadi tradisi yang selalu dinantikan. Selain membawa kebahagiaan, tradisi ini juga mengajarkan nilai berbagi dan kepedulian sosial.
8. Membuat Ketupat
Membuat ketupat menjadi tradisi yang dilakukan menjelang Idul Fitri. Anyaman daun kelapa diisi beras lalu dimasak hingga matang. Ketupat melambangkan kesucian, kebersihan hati, dan harapan untuk memulai hidup yang lebih baik setelah Ramadan.
Baca Juga: Mau Mudik? Ini Kalender Maret 2026 dan Jadwal Libur Lebaran Lengkap
Makna dari Tradisi Idul Fitri bagi Umat Muslim
Tradisi Idul Fitri di Indonesia tidak sekadar menjadi kebiasaan tahunan, tetapi juga memiliki makna mendalam. Tradisi-tradisi tersebut mengajarkan nilai keikhlasan, kebersamaan, kepedulian, serta pentingnya menjaga hubungan antarsesama.
Melalui takbiran, shalat Id, zakat, hingga silaturahmi, umat Islam diajak untuk kembali kepada fitrah dan memperbaiki diri setelah menjalani ibadah Ramadan.
Itulah delapan tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia beserta maknanya bagi umat Muslim, yang tidak hanya memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga mempererat hubungan keluarga dan sosial dalam suasana penuh kebahagiaan.
Apakah semua daerah di Indonesia memiliki tradisi Lebaran yang sama?
Tidak semua daerah memiliki tradisi yang sama. Setiap wilayah di Indonesia memiliki ciri khas masing-masing dalam merayakan Idul Fitri, meskipun secara umum tetap mengacu pada nilai silaturahmi dan ibadah.
Mengapa tradisi mudik sangat melekat saat Idul Fitri?
Tradisi mudik muncul karena kuatnya budaya kekeluargaan di Indonesia. Momen Lebaran dianggap sebagai waktu terbaik untuk pulang kampung, bertemu orang tua, dan mempererat hubungan keluarga.
Apakah tradisi Lebaran masih relevan di era modern?
Ya, tradisi Lebaran masih sangat relevan hingga saat ini. Meski gaya hidup semakin modern, nilai kebersamaan, saling memaafkan, dan berbagi tetap menjadi inti perayaan Idul Fitri di masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









