Akurat

5 Pahala Puasa di Bulan Syaban yang Tidak Dimiliki Puasa-puasa Lain

Lufaefi | 22 Januari 2026, 06:53 WIB
5 Pahala Puasa di Bulan Syaban yang Tidak Dimiliki Puasa-puasa Lain

AKURAT.CO Bulan Syaban sering kali hadir secara senyap dalam kalender ibadah umat Islam. Ia berada di antara dua bulan besar, Rajab dan Ramadhan, sehingga kerap terlewat dari perhatian. Padahal, dalam banyak keterangan hadis, Syaban justru merupakan bulan yang sangat dicintai Rasulullah SAW untuk memperbanyak puasa sunnah.

Di titik ini, muncul pertanyaan reflektif: apa yang membuat puasa di bulan Syaban memiliki keutamaan yang tidak sepenuhnya dimiliki oleh puasa sunnah di bulan lain?

Berikut lima pahala dan keutamaan puasa di bulan Syaban yang menunjukkan kekhasannya secara spiritual dan teologis.

Pertama, puasa di bulan Syaban mengikuti kebiasaan ibadah Rasulullah SAW secara konsisten. Dalam hadis riwayat Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW paling banyak berpuasa sunnah di bulan Syaban dibandingkan bulan lainnya, selain Ramadhan.

Keutamaan ini tidak sekadar bernilai pahala kuantitatif, tetapi juga pahala ittiba’, yakni pahala karena meneladani langsung praktik ibadah Nabi. Tidak semua puasa sunnah memiliki legitimasi historis sekuat ini dalam tradisi Nabi.

Baca Juga: Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan dan Senin Kamis, Arab dan Artinya

Kedua, puasa Syaban dilakukan pada bulan yang sering dilalaikan manusia. Rasulullah SAW menyebut Syaban sebagai bulan yang kerap diabaikan karena berada di antara dua bulan mulia.

Dalam logika spiritual Islam, ibadah yang dilakukan saat manusia lalai memiliki nilai lebih, karena ia lahir dari kesadaran personal, bukan sekadar ikut arus sosial. Puasa pada momen seperti ini melatih keikhlasan yang lebih dalam dibandingkan ibadah yang ramai dilakukan banyak orang.

Ketiga, puasa Syaban bertepatan dengan diangkatnya amal kepada Allah SWT. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa pada bulan Syaban, amal-amal manusia diangkat kepada Allah, dan beliau mencintai amalnya diangkat dalam keadaan berpuasa.

Keutamaan ini bersifat temporal dan spesifik, karena tidak ada keterangan serupa terkait pengangkatan amal tahunan di bulan-bulan lain dengan kondisi puasa. Dengan demikian, puasa Syaban memiliki nilai strategis dalam dimensi evaluasi amal tahunan seorang hamba.

Keempat, puasa Syaban menjadi sarana penyempurna dan penutup kekurangan amal. Para ulama menjelaskan bahwa puasa sunnah berfungsi menambal kekurangan puasa wajib, sebagaimana shalat sunnah menyempurnakan kekurangan shalat fardhu.

Puasa Syaban memiliki posisi khusus karena berada tepat sebelum Ramadhan, sehingga ia menjadi latihan spiritual sekaligus penutup celah kekurangan disiplin ibadah sebelum memasuki bulan wajib. Fungsi persiapan dan penyempurnaan ini tidak sepenuhnya dimiliki oleh puasa sunnah di bulan lain.

Kelima, puasa Syaban mempercepat kesiapan mental dan spiritual menuju Ramadhan. Secara psikologis dan spiritual, orang yang terbiasa berpuasa di bulan Syaban akan memasuki Ramadhan dengan kondisi tubuh, mental, dan ruhani yang lebih siap.

Baca Juga: Jadwal Puasa Bulan Syaban Tahun 2026 Terlengkap, Catat Tanggalnya!

Pahala dalam hal ini tidak hanya terletak pada ibadah puasanya, tetapi juga pada efek berantai berupa kualitas ibadah Ramadhan yang lebih khusyuk dan stabil sejak hari pertama. Puasa sunnah di bulan lain umumnya tidak memiliki dampak transisional sebesar ini.

Dari lima keutamaan tersebut, terlihat bahwa puasa di bulan Syaban bukan sekadar puasa sunnah biasa. Ia memiliki dimensi historis, spiritual, temporal, dan psikologis yang saling terhubung. Syaban seolah menjadi ruang pemanasan ruhani yang dirancang khusus agar seorang Muslim tidak masuk Ramadhan dalam keadaan kaget secara spiritual.

Maka, puasa Syaban bukan hanya soal menambah amal, tetapi soal strategi ibadah. Siapa yang cerdas secara spiritual, ia tidak hanya mengejar banyaknya pahala, tetapi juga memilih momentum yang paling bernilai. Dan Syaban, dalam banyak hal, adalah momentum yang sering diremehkan, padahal menyimpan keutamaan yang serius.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.