10 Amalan Mulia di Bulan Sya'ban, Pahalanya Luar Biasa

AKURAT.CO Bulan Sya'ban sering kali berlalu begitu saja karena perhatian umat Islam sudah tertuju pada Ramadhan. Padahal, dalam tradisi Islam, Sya'ban memiliki posisi istimewa.
Rasulullah SAW justru memperbanyak ibadah di bulan ini sebagai bentuk persiapan ruhani sebelum memasuki bulan puasa wajib. Lalu, amalan apa saja yang dianjurkan di bulan Sya'ban?
Berikut sepuluh amalan mulia di bulan Sya'ban yang bernilai pahala besar dan layak diamalkan.
Baca Juga: 1 Syaban 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Memperbanyak puasa sunnah
Puasa adalah amalan utama di bulan Sya'ban. Rasulullah SAW dikenal paling banyak berpuasa sunnah pada bulan ini selain Ramadhan. Puasa Sya'ban menjadi latihan fisik dan spiritual agar tubuh tidak “kaget” saat memasuki Ramadhan. -
Puasa Senin dan Kamis
Puasa Senin-Kamis tetap sangat dianjurkan di bulan Sya'ban. Kedua hari ini dipercaya sebagai waktu diangkatnya amal manusia, sehingga berpuasa di dalamnya bernilai keutamaan tersendiri. -
Puasa Ayyamul Bidh
Puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah memiliki keutamaan besar. Di bulan Sya'ban, puasa ini bertepatan dengan momen Nisfu Sya'ban yang sarat makna spiritual. -
Menghidupkan malam Nisfu Sya'ban
Malam pertengahan Sya'ban diyakini sebagai waktu penuh rahmat. Banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa, istighfar, dan ibadah malam sebagai sarana introspeksi diri. -
Memperbanyak membaca Al-Qur'an
Sya'ban dikenal sebagai “bulan Al-Qur'an” bagi para salaf. Mereka mulai meningkatkan intensitas tilawah sebagai pemanasan menuju target khatam di bulan Ramadhan. -
Memperbanyak istighfar dan taubat
Sya'ban adalah momentum membersihkan hati. Memperbanyak istighfar dan taubat menjadi langkah penting agar memasuki Ramadhan dalam kondisi batin yang lebih jernih. -
Bersedekah
Sedekah di bulan Sya'ban menjadi bekal sosial sebelum Ramadhan. Selain membersihkan harta, sedekah juga melatih empati dan kepedulian kepada sesama. -
Memperbanyak shalawat kepada Nabi
Shalawat memiliki nilai keutamaan besar, terlebih di bulan Sya'ban yang dikenal sebagai bulan Rasulullah SAW. Membaca shalawat menjadi bentuk kecintaan sekaligus sarana mendekatkan diri kepada Allah. -
Memperbaiki hubungan sosial
Bulan Sya'ban adalah waktu tepat untuk saling memaafkan, menyambung silaturahmi, dan membersihkan konflik sosial. Ibadah personal akan semakin bernilai jika dibarengi hubungan sosial yang sehat. -
Menata niat dan target Ramadhan
Amalan terakhir, namun paling strategis, adalah menata niat dan merancang target ibadah Ramadhan. Mulai dari target puasa, tilawah, sedekah, hingga pengendalian diri.
Bulan Sya'ban bukan sekadar bulan penantian, melainkan fase persiapan. Siapa yang serius menghidupkan Sya'ban, biasanya akan lebih siap menjalani Ramadhan dengan kualitas ibadah yang lebih stabil dan bermakna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









