5 Shalawat Penolak Segala Penyakit, Termasuk Virus Influenza A

AKURAT.CO Merebaknya berbagai penyakit menular, termasuk virus Influenza A, mendorong masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan upaya perlindungan diri.
Selain ikhtiar medis dan penerapan pola hidup sehat, tradisi keislaman juga mengenal amalan spiritual yang diyakini dapat memperkuat ketahanan diri, salah satunya melalui pembacaan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Shalawat tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi sarana memohon perlindungan, ketenangan batin, dan kesehatan.
Berikut lima shalawat yang secara luas diamalkan oleh umat Islam sebagai wasilah penolak bala dan penyakit, termasuk penyakit menular.
-
Shalawat Nabi (Shalawat Ibrahimiyah)
Shalawat ini merupakan shalawat paling utama dan dibaca dalam setiap salat.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ وَعَلَىٰ آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَىٰ إِبْرَاهِيمَ وَعَلَىٰ آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah melimpahkan shalawat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
Shalawat ini diyakini memiliki keutamaan besar karena langsung diajarkan dalam tuntunan ibadah wajib.
-
Shalawat Tibbiyah
Shalawat ini dikenal sebagai shalawat yang sering dibaca untuk memohon kesembuhan dan kesehatan.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُورِ الْأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلَىٰ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad, sebagai penyembuh hati dan obatnya, penyehat badan dan kesembuhannya, cahaya penglihatan dan sinarnya, serta kepada keluarga dan sahabatnya.”
Shalawat ini sering diamalkan saat wabah penyakit sebagai bentuk permohonan kesehatan lahir dan batin.
Baca Juga: Doa Agar Terhindar dari Virus Influenza A, Segera Amalkan Sebelum Terlambat!
-
Shalawat Nariyah (Tafrijiyah)
Shalawat ini dikenal sebagai shalawat pembuka kesulitan dan penolak berbagai musibah.
اللَّهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِي تُنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ، وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ، وَتُقْضَىٰ بِهِ الْحَوَائِجُ، وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيمِ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salam yang paripurna kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengannya terurai segala kesulitan, terangkat segala kesusahan, terpenuhi berbagai kebutuhan, dan diperoleh kebaikan penutup kehidupan.”
Shalawat ini kerap dibaca saat menghadapi situasi darurat atau kondisi yang menimbulkan kekhawatiran massal.
-
Shalawat Munjiyat
Shalawat ini dikenal sebagai shalawat penyelamat dari marabahaya dan bencana.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تُنْجِينَا بِهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَهْوَالِ وَالْآفَاتِ
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dengan shalawat yang dengannya Engkau menyelamatkan kami dari segala ketakutan dan bencana.”
Shalawat ini sering diamalkan untuk memohon perlindungan dari berbagai penyakit dan kondisi yang membahayakan.
-
Shalawat Thibbil Qulub Versi Singkat
Versi singkat dari shalawat tibbiyah ini banyak diamalkan secara rutin karena mudah dihafal.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَىٰ مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada Nabi Muhammad sebagai penyembuh hati dan obatnya, serta penyehat badan dan kesembuhannya.”
Shalawat ini menjadi pengingat bahwa kesehatan sejati mencakup ketenangan jiwa dan kebugaran raga.
Baca Juga: Doa Awal Tahun 2026, agar Masa Depan dan Cita-cita Semakin Mudah Diraih
Pembacaan shalawat sebagai ikhtiar spiritual tidak dimaksudkan untuk menggantikan langkah medis dan pencegahan kesehatan. Dalam Islam, menjaga diri dari bahaya merupakan kewajiban.
Oleh karena itu, shalawat hendaknya dibarengi dengan upaya nyata seperti menjaga kebersihan, menerapkan pola hidup sehat, mengikuti anjuran tenaga medis, serta tidak mengabaikan protokol kesehatan.
Dengan menggabungkan ikhtiar lahiriah dan batiniah, diharapkan masyarakat dapat menghadapi ancaman penyakit, termasuk virus Influenza A, dengan sikap waspada, tenang, dan penuh harapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









