Akurat

5 Cara Memperingati Akhir Tahun 2025 yang Islami dan Penuh Pahala

Lufaefi | 31 Desember 2025, 06:26 WIB
5 Cara Memperingati Akhir Tahun 2025 yang Islami dan Penuh Pahala

AKURAT.CO Akhir tahun sering dipahami sebagai momen euforia dan perayaan. Namun dalam perspektif Islam, pergantian tahun justru lebih tepat dimaknai sebagai ruang refleksi, evaluasi diri, dan peneguhan kembali tujuan hidup. Waktu yang berlalu tidak akan pernah kembali, sehingga setiap detik yang tersisa seharusnya diisi dengan aktivitas yang bernilai ibadah.

Lalu, bagaimana cara memperingati akhir tahun agar tetap Islami dan penuh pahala? Berikut lima cara yang relevan, rasional, dan aplikatif.

Pertama, melakukan muhasabah diri secara jujur dan mendalam. Akhir tahun adalah momentum strategis untuk berhenti sejenak dan bertanya pada diri sendiri: sejauh mana kualitas iman, ibadah, dan akhlak selama satu tahun terakhir. Muhasabah bukan sekadar mengingat kesalahan, tetapi juga menyadari potensi perbaikan.

Dengan evaluasi yang jujur, seseorang dapat menyusun langkah konkret agar kesalahan tidak terulang dan kebaikan dapat ditingkatkan. Dalam Islam, kesadaran diri semacam ini menjadi fondasi utama perubahan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Puasa dalam Islam: Pengertian, Dalil hingga Manfaatnya

Kedua, memperbanyak istighfar dan taubat. Setahun perjalanan hidup hampir pasti diwarnai kekhilafan, baik yang disadari maupun tidak. Mengakhiri tahun dengan istighfar dan taubat merupakan bentuk pengakuan akan kelemahan manusia sekaligus pengharapan pada kasih sayang Allah.

Taubat yang dilakukan dengan kesungguhan, disertai niat kuat untuk memperbaiki diri, menjadi amalan bernilai tinggi yang tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Justru di saat-saat reflektif seperti akhir tahun, kualitas taubat dapat menjadi lebih dalam dan bermakna.

Ketiga, mengisi malam akhir tahun dengan ibadah dan dzikir. Alih-alih larut dalam aktivitas yang minim nilai spiritual, umat Islam dapat memilih untuk menghidupkan malam akhir tahun dengan shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan berdzikir.

Aktivitas ini tidak hanya menghadirkan ketenangan batin, tetapi juga menjadi simbol perlawanan terhadap budaya hura-hura yang sering kali mengaburkan kesadaran spiritual. Ibadah di waktu malam memiliki nilai keutamaan tersendiri karena dilakukan dalam suasana sunyi dan penuh kekhusyukan.

Keempat, memperbanyak amal sosial dan kepedulian. Akhir tahun juga dapat dijadikan momentum untuk berbagi kepada sesama, baik melalui sedekah, bantuan sosial, maupun aksi kemanusiaan lainnya. Islam menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian integral dari keimanan.

Menutup tahun dengan membantu orang lain tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi penerima, tetapi juga membersihkan hati dari sifat egois dan menumbuhkan empati. Amal sosial semacam ini menjadi bukti bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual, tetapi juga nyata dalam tindakan.

Baca Juga: Hal-hal yang Membatalkan Puasa dan Dalilnya: Penjelasan Lengkap Menurut Islam

Kelima, menyusun niat dan rencana hidup yang lebih baik untuk tahun berikutnya. Dalam Islam, niat memiliki posisi sentral dalam menentukan nilai sebuah perbuatan. Mengakhiri tahun dengan merancang niat dan resolusi yang berorientasi pada perbaikan iman, ilmu, dan amal adalah langkah visioner.

Rencana tersebut tidak harus bersifat ambisius, tetapi realistis dan konsisten. Dengan niat yang lurus dan perencanaan yang matang, tahun baru dapat dijalani sebagai proses hijrah yang sadar dan terarah.

Memperingati akhir tahun secara Islami bukan tentang menolak realitas pergantian waktu, melainkan mengisinya dengan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral.

Dengan muhasabah, taubat, ibadah, amal sosial, dan niat yang kuat, akhir tahun tidak hanya menjadi penutup kalender, tetapi juga pintu menuju kehidupan yang lebih bermakna dan penuh pahala.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.