Doa Saat Hujan Turun Deras dan Mengkhawatirkan

AKURAT.CO Hujan adalah rahmat dari Allah SWT, sumber kehidupan bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Dalam Al-Qur’an, hujan sering disebut sebagai tanda kekuasaan Allah yang menumbuhkan kehidupan di bumi setelah mati.
Namun, ketika hujan turun dengan sangat deras hingga menimbulkan kekhawatiran akan banjir, longsor, atau bencana lainnya, Islam mengajarkan kita untuk tetap mengingat Allah dengan doa dan tawakal.
Dalam Surah An-Nur ayat 43, Allah SWT berfirman:
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُزْجِي سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُ ثُمَّ يَجْعَلُهُ رُكَامًا فَتَرَى الْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَالِهِ
“Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagiannya), lalu menjadikannya bertumpuk-tumpuk, maka kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya.” (QS. An-Nur: 43)
Ayat ini menegaskan bahwa hujan adalah ciptaan Allah yang dikendalikan sepenuhnya oleh-Nya. Karenanya, ketika hujan turun sangat deras dan mulai menimbulkan rasa cemas, kita diperintahkan untuk berdoa agar hujan tersebut membawa berkah, bukan bencana.
Rasulullah SAW sendiri mengajarkan beberapa doa yang dibaca ketika hujan turun lebat. Salah satu doa yang beliau panjatkan adalah:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
“Allahumma shayyiban nafi‘an.”
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah hujan ini sebagai hujan yang bermanfaat.” (HR. Bukhari)
Baca Juga: 15 Ide Kegiatan Islami Gratis yang Seru Bareng Teman di Akhir Pekan
Namun, apabila hujan turun begitu deras dan dikhawatirkan menimbulkan bahaya, Rasulullah SAW membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
“Allahumma hawalaina wa la ‘alaina, Allahumma ‘alal-akami wadz-dhirabi wa buthunil-awdiyati wa manabitish-shajar.”
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan ini di sekitar kami, bukan di atas kami; ya Allah, turunkanlah di atas perbukitan, gunung-gunung, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Doa ini menunjukkan keseimbangan ajaran Islam: di satu sisi kita mensyukuri rahmat hujan, di sisi lain kita memohon perlindungan dari dampak buruknya. Rasulullah tidak menolak hujan, tapi mengarahkan agar rahmat itu turun di tempat yang membawa manfaat, bukan mudarat.
Selain membaca doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar saat hujan deras. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam Surah Nuh ayat 10-11:
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا
يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا
“Maka aku berkata (kepada mereka): ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu.’” (QS. Nuh: 10–11)
Istighfar tidak hanya menjadi bentuk taubat, tetapi juga jalan untuk menarik rahmat Allah agar hujan menjadi keberkahan, bukan bencana. Dalam kondisi cuaca ekstrem, memperbanyak istighfar dan doa merupakan wujud keimanan serta kesadaran bahwa alam semesta sepenuhnya dalam kendali Allah.
Islam mengajarkan keseimbangan antara ikhtiar dan doa. Maka selain berdoa, umat Islam juga wajib berikhtiar menjaga lingkungan agar sistem alam tidak rusak. Menjaga drainase, tidak membuang sampah sembarangan, dan melestarikan hutan adalah bagian dari tanggung jawab moral untuk mencegah bencana akibat ulah manusia sendiri.
Baca Juga: 5 Tips Islami Mengelola Investasi Emas saat Harga Emas Antam Ambruk
Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41:
ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia.” (QS. Ar-Rum: 41)
Hujan deras seharusnya mengingatkan manusia akan dua hal: kebesaran Allah dan tanggung jawab ekologisnya. Dengan berdoa, bertobat, dan memperbaiki perilaku terhadap alam, umat Islam menjaga hubungan spiritual sekaligus ekologis yang diajarkan Islam.
Maka, ketika langit mulai gelap dan hujan turun dengan deras, bukan hanya rasa takut yang hadir, tetapi juga kesadaran untuk kembali berdoa: agar setiap tetes air yang jatuh membawa berkah, bukan musibah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









