Menhaj Tegaskan Tidak Boleh Ada Permainan dalam Urusan Haji

AKURAT.CO Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan tidak boleh ada permainan dalam penyelenggaraan haji.
Pernyataan ini ia sampaikan usai menyoroti kasus dugaan korupsi kuota haji 2024 yang melibatkan sejumlah pihak.
“Kita boleh berkaca dari apa yang terjadi sebelumnya untuk introspeksi. Namun ke depan, Kemenhaj harus bersih, akuntabel, dan transparan. Tidak boleh ada permainan dalam urusan haji,” kata Irfan dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (27/9/2025).
Irfan menekankan lima nilai utama yang akan dipegang Kemenhaj, yakni Melayani, Amanah, Berintegritas, Responsif, dan Ramah. Ia juga menegaskan pentingnya sikap tegas terhadap praktik korupsi, manipulasi data, maupun pungutan liar.
Baca Juga: KPK Ungkap Korupsi Kuota Haji Mengalir hingga Pucuk: Kalau di Kementerian ya Ujungnya Menteri
“Pentingnya integritas dengan sikap zero tolerance terhadap praktik korupsi, manipulasi data, maupun pungutan liar sekecil apapun,” ujarnya.
Menurut Irfan, Presiden Prabowo Subianto menginginkan agar penyelenggaraan haji benar-benar bersih dan penuh tanggung jawab. “Ini bagian dari mewujudkan harapan Presiden agar penyelenggaraan haji benar-benar bersih dan penuh tanggung jawab,” kata dia.
Irfan menambahkan, Kemenhaj tidak boleh hanya menjadi formalitas, melainkan harus menghadirkan kinerja nyata yang berorientasi pada target.
“Kalau sekadar sama saja, tentu tidak ada gunanya, apalagi kalau lebih buruk. Kita wajib membuktikan bahwa Kemenhaj tidak salah dibentuk,” tutur Irfan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










