Akurat

Jelaskan Kaitan antara Pentingnya Menuntut Ilmu dan Meraih Cita-cita

Fajar Rizky Ramadhan | 2 September 2025, 08:00 WIB
Jelaskan Kaitan antara Pentingnya Menuntut Ilmu dan Meraih Cita-cita

AKURAT.CO Setiap manusia pada dasarnya memiliki cita-cita, yakni sebuah tujuan hidup yang ingin diraih di masa depan. Cita-cita bisa berbentuk profesi, capaian sosial, prestasi akademik, atau bentuk kontribusi tertentu kepada masyarakat.

Namun, cita-cita tidak akan pernah terwujud hanya dengan angan-angan atau doa semata. Ada satu jalan utama yang menjadi syarat mutlak dalam proses meraih cita-cita, yaitu menuntut ilmu.

Ilmu merupakan bekal mendasar dalam kehidupan. Ia berfungsi sebagai penerang jalan bagi seseorang agar dapat melangkah dengan arah yang jelas dan tujuan yang terukur.

Tanpa ilmu, cita-cita hanyalah mimpi kosong yang sulit diwujudkan karena tidak didukung oleh pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang memadai. Sebaliknya, ketika seseorang tekun menuntut ilmu, ia memiliki peta yang jelas tentang bagaimana cara mencapai tujuannya.

Baca Juga: Ini Arti Telinga Kiri Berdenging Menurut Islam

Dalam perspektif Islam, menuntut ilmu bahkan dianggap sebagai kewajiban yang melekat pada setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimah” (Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim laki-laki dan perempuan).

Hadis ini menegaskan bahwa ilmu bukan sekadar sarana untuk kehidupan dunia, tetapi juga bagian dari ibadah yang dapat mengantarkan manusia pada derajat yang lebih tinggi di sisi Allah SWT.

Firman Allah dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11 juga menegaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang beriman dan berilmu beberapa derajat.

Kaitan antara menuntut ilmu dan meraih cita-cita bisa dijelaskan melalui beberapa aspek. Pertama, ilmu membentuk pola pikir yang logis dan sistematis, sehingga seseorang dapat merencanakan langkah-langkah realistis menuju cita-citanya.

Misalnya, seorang anak yang bercita-cita menjadi dokter harus menempuh pendidikan kedokteran dengan tekun, mempelajari anatomi, fisiologi, hingga praktik medis. Tanpa bekal ilmu itu, cita-citanya mustahil dicapai.

Kedua, ilmu melatih ketekunan, kesabaran, dan daya juang. Proses belajar tidak selalu mudah, ada tantangan, kegagalan, bahkan rasa lelah. Namun, justru melalui perjalanan menuntut ilmu, seseorang ditempa untuk memiliki mental tangguh. Sifat inilah yang akan sangat berguna ketika ia menghadapi rintangan dalam meraih cita-cita.

Baca Juga: Larangan Anarkisme dalam Demonstrasi Menurut Islam

Ketiga, ilmu memperluas jaringan dan membuka kesempatan. Dengan ilmu, seseorang bisa berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas, bertemu guru, teman, dan tokoh inspiratif yang dapat menjadi jembatan menuju terwujudnya cita-cita. Hal ini menunjukkan bahwa ilmu bukan hanya tentang isi buku atau ruang kelas, tetapi juga pengalaman hidup yang membentuk kualitas diri.

Dengan demikian, menuntut ilmu dan meraih cita-cita adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Menuntut ilmu adalah proses, sedangkan cita-cita adalah tujuan. Tanpa proses, tujuan hanya tinggal angan.

Sebaliknya, dengan proses yang tekun, cita-cita akan lebih mudah digapai. Karena itu, setiap orang sebaiknya memandang menuntut ilmu bukan sekadar kewajiban, melainkan juga investasi jangka panjang yang menentukan masa depan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.