Akurat

Gempa Bumi dalam Al-Qur'an: Apa Hikmah adanya Musibah bagi Manusia?

Fajar Rizky Ramadhan | 21 Agustus 2025, 07:30 WIB
Gempa Bumi dalam Al-Qur'an: Apa Hikmah adanya Musibah bagi Manusia?

AKURAT.CO Indonesia sebagai negeri yang berada di jalur cincin api Pasifik tidak pernah lepas dari bencana gempa bumi. Getaran yang tiba-tiba muncul seringkali menghadirkan kepanikan, bahkan tidak jarang menimbulkan korban jiwa.

Namun, di balik bencana yang mengguncang, umat Islam diajak untuk melihat musibah bukan sekadar peristiwa alam, melainkan juga sebagai tanda kebesaran Allah SWT yang sarat dengan hikmah.

Al-Qur’an sendiri berulang kali menyebutkan fenomena alam, termasuk guncangan bumi. Dalam Surah Az-Zalzalah ayat 1–2, Allah berfirman:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا . وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

“Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat, dan bumi mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya.”

Baca Juga: Gempa Hantam Bekasi, Ini Doa agar Tidak Ada Korban

Ayat ini menegaskan bahwa guncangan bumi merupakan bagian dari sunnatullah, sekaligus peringatan akan kedahsyatan hari kiamat kelak. Namun, di sisi lain, gempa juga dapat menjadi tanda agar manusia lebih sadar dan kembali mendekat kepada Allah.

Hikmah Musibah dalam Perspektif Al-Qur’an

  1. Pengingat akan Keterbatasan Manusia
    Gempa bumi mengajarkan bahwa manusia adalah makhluk lemah. Semua teknologi modern tak mampu menahan guncangan bumi jika Allah telah menghendakinya. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Surah Yunus ayat 107:
    “Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia.”

  2. Sarana untuk Mendekat kepada Allah
    Musibah seringkali menjadi momentum untuk memperbanyak istighfar, doa, dan taubat. Dalam Surah As-Sajdah ayat 21, Allah berfirman bahwa sebagian cobaan diberikan agar manusia kembali kepada-Nya:
    “Dan sungguh, Kami timpakan kepada mereka sebagian azab yang dekat sebelum azab yang lebih besar, mudah-mudahan mereka kembali (bertaubat).”

  3. Ujian Kesabaran dan Keimanan
    Gempa bumi juga merupakan sarana ujian. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 155:
    “Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.”

  4. Menguatkan Solidaritas Sosial
    Bencana kerap melahirkan rasa kepedulian antarsesama. Masyarakat belajar untuk saling menolong, menguatkan, dan berbagi. Ini sejalan dengan ajaran Islam tentang ukhuwah, di mana setiap muslim bagaikan satu tubuh, jika salah satu bagian sakit, maka seluruh tubuh merasakannya.

  5. Peringatan agar Tidak Lupa pada Kehidupan Akhirat
    Gempa bumi yang mengguncang kehidupan dunia sesungguhnya hanya “bayangan kecil” dari guncangan besar pada hari kiamat. Allah menggambarkannya dalam Surah Al-Hajj ayat 1:
    “Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya guncangan hari kiamat itu adalah sesuatu yang sangat dahsyat.”

Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini Doa dan Amalan Rabu Wekasan untuk Lindungi Diri dari Musibah

Menyikapi Musibah dengan Hati yang Lapang

Dengan memahami ayat-ayat Al-Qur’an, gempa bumi seharusnya tidak hanya dilihat sebagai bencana yang menakutkan, melainkan juga sebagai pelajaran berharga.

Hikmah terbesarnya adalah mengingatkan manusia untuk tidak lalai, memperkuat iman, serta memperbanyak amal kebaikan.

Musibah memang tak bisa diprediksi, tetapi sikap sabar, tawakal, dan solidaritas akan membuat umat manusia lebih kuat menghadapinya.

Pada akhirnya, gempa bumi adalah panggilan lembut sekaligus peringatan keras dari Allah agar manusia selalu sadar bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhiratlah tujuan sejati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.