Gempa Hantam Bekasi, Ini Doa agar Tidak Ada Korban

AKURAT.CO Bekasi kembali diguncang gempa bumi pada Rabu malam, 20 Agustus 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat dua kali gempa beruntun dengan kekuatan berbeda.
Gempa pertama terjadi pukul 19.54 WIB dengan magnitudo 4,7, disusul gempa kedua pada pukul 20.35 WIB dengan magnitudo 2,1. Pusat gempa terletak di darat pada jarak sekitar 19 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
Laporan BMKG menunjukkan bahwa gempa ini dirasakan cukup luas di wilayah Bekasi, Karawang, Purwakarta, Depok, hingga Jakarta dan Tangerang Selatan.
Getaran terasa nyata di dalam rumah, bahkan beberapa warga menggambarkan sensasi seperti ada truk besar melintas. Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa.
Baca Juga: Gempa Bumi Berkekuatan 4,9 M Guncang Bekasi, Getaran Terasa hingga Bogor dan Sekitarnya
Peristiwa gempa bumi selalu menghadirkan rasa cemas bagi masyarakat. Indonesia yang berada di jalur cincin api Pasifik memang rawan bencana gempa.
Namun, di balik kecemasan tersebut, umat Islam diajarkan untuk tetap tenang, tawakal, serta memperbanyak doa agar diberi keselamatan. Doa menjadi salah satu ikhtiar spiritual yang dapat menenangkan hati sekaligus memohon perlindungan Allah SWT.
Salah satu doa yang diajarkan para ulama ketika terjadi bencana alam, termasuk gempa bumi, adalah:
اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا رَحْمَةً وَلَا تَجْعَلْهَا عَذَابًا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سَلَامًا وَأَمَانًا لِبِلَادِنَا وَأَهْلِينَا
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah peristiwa ini sebagai rahmat dan janganlah Engkau jadikan sebagai azab. Ya Allah, jadikanlah ia sebagai keselamatan dan keamanan bagi negeri kami dan keluarga kami.”
Doa ini menjadi pengingat bahwa setiap guncangan bumi sesungguhnya adalah bagian dari tanda kebesaran Allah SWT. Umat manusia diminta untuk kembali mendekat kepada-Nya, memperbanyak istighfar, dan saling menguatkan di tengah rasa takut yang muncul.
Selain doa tersebut, Nabi Muhammad SAW juga menganjurkan umat Islam memperbanyak istighfar dan membaca doa perlindungan ketika menghadapi bencana. Salah satunya adalah:
رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ، وَاحْفَظْنَا وَبَلَدَنَا وَأَهْلَنَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ
Artinya: “Ya Rabb, janganlah Engkau biarkan aku seorang diri, Engkaulah sebaik-baik penjaga dan pewaris. Peliharalah kami, negeri kami, dan keluarga kami dari segala keburukan.”
Doa-doa tersebut bukan sekadar bacaan lisan, melainkan cermin dari kepasrahan hati dan pengakuan bahwa hanya Allah SWT yang berkuasa menjaga manusia dari bencana.
Baca Juga: Doa untuk Korban Gempa Poso Sulteng
Di tengah rasa panik akibat gempa, masyarakat Bekasi dan sekitarnya diimbau untuk tetap waspada, namun tidak larut dalam ketakutan berlebihan.
BMKG menegaskan belum ada indikasi kerusakan maupun korban, tetapi masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan. Sementara itu, doa bersama dan sikap saling peduli di tengah musibah merupakan bagian dari ikhtiar sosial-spiritual yang sangat berarti.
Gempa bumi memang tidak bisa diprediksi secara pasti. Namun, dengan doa, kewaspadaan, serta kebersamaan, masyarakat dapat menghadapi setiap ujian dengan hati yang lebih tenang dan penuh harapan akan keselamatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









