Sosok Wali Murid Penuntut Guru Madin di Demak Terungkap, Ternyata Eks Caleg yang Gagal

AKURAT.CO Kasus guru madrasah diniyah (madin) di Demak, Ustadz Zuhdi, yang dituntut membayar Rp25 juta oleh orang tua murid, makin menjadi sorotan. Kini, identitas wali murid tersebut mulai terkuak dan ramai dibicarakan publik.
Warganet menyoroti sosok berinisial SM (37), yang ternyata pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Demak tahun 2024 dari daerah pemilihan 3.
Ia diusung oleh Partai Perindo, namun gagal melenggang ke kursi legislatif karena hanya memperoleh 20 suara. Dalam dokumen resmi KPU, jumlah suaranya tercatat 36 suara.
Menurut warganet, SM dikenal sebagai sosok “berada” di kampungnya. Namun dalam kasus ini, tindakannya dianggap berlebihan karena menuntut uang damai sebesar Rp25 juta kepada guru yang telah mengajar puluhan tahun dengan gaji minim.
Baca Juga: Jiwa Besar Kyai Zuhdi: Tolak Pengembalian Uang Denda, Minta Anak Pelapor Tetap Mengaji
Kejadian ini terjadi di Desa Ngampel, Kecamatan Karanganyar, Demak, pada 30 April 2025. Saat itu, sejumlah siswa melempar sandal saat bermain, dan salah satu sandal mengenai kepala Ustadz Zuhdi yang sedang mengajar. Ia lalu mendatangi kelas dan menanyakan siapa pelakunya.
Karena tidak ada yang mengaku, anak-anak akhirnya menunjuk murid berinisial D. Menurut pengakuan D yang tersebar lewat video di TikTok @exaecin, ia berkata:
“Diuncalke nek Pak Ustadz Zuhdi, keno Pak Ustadz Zuhdi, sing dituduh aku. Padahal ogak aku. Aku ke kelas, kulo ditakoki, mau sing nguncalke sopo. Jarene ki ono sing ngomong aku. Aku diparani, dikeplaki. Plok-plok.”
D mengaku sempat merasa sakit di bagian kepala dan dibawa berobat ke daerah Welahan. Setelahnya, keluarga D datang ke madrasah dan sempat melakukan mediasi pada 1 Mei 2025.
Namun, situasi memanas kembali saat pada 10 Juli 2025 keluarga D bersama polisi membawa surat panggilan dari Polresta dan menuntut uang damai Rp25 juta.
Akibatnya, Ustadz Zuhdi harus menjual motornya dan meminjam uang dari teman-temannya untuk membayar setengah dari tuntutan, yaitu Rp12,5 juta.
Ia sendiri diketahui hanya menerima gaji Rp450.000 setiap empat bulan, dan bahkan ada sumber yang menyebut gaji bulanan hanya Rp105 ribu.
Baca Juga: Guru Madin di Demak Diminta Rp 25 Juta Usai Tampar Murid, Ini Kronologinya
Kini, setelah kasus ini viral, berbagai tokoh masyarakat dan netizen memberikan dukungan kepada Zuhdi. Salah satunya adalah tokoh agama Gus Miftah, yang dijadwalkan akan mengunjungi rumah Zuhdi.
Sementara itu, kasus ini memantik perdebatan tentang posisi guru dalam sistem pendidikan, serta relasi antara orang tua dan lembaga pendidikan.
Banyak pihak menilai, perlu ada perlindungan lebih kuat terhadap guru, khususnya yang bekerja dalam pengabdian di lembaga-lembaga pendidikan keagamaan nonformal seperti madin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









