Akurat

Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025: Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Juli 2025, 08:23 WIB
Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025: Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

 

AKURAT.CO Bulan Muharam yang dikenal sebagai salah satu bulan suci dalam Islam kembali mengingatkan umat Muslim pada anjuran puasa Tasua dan Asyura, dua hari istimewa yang penuh keutamaan.

Tahun ini, penetapan tanggal 9 dan 10 Muharam 1447 Hijriah mengalami perbedaan antara pemerintah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah.

Pemerintah dan NU menetapkan bahwa 1 Muharam 1447 H jatuh pada 27 Juni 2025. Sementara itu, Muhammadiyah lebih dulu menetapkan 1 Muharam pada 26 Juni 2025. Perbedaan ini berimbas pada tanggal pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura.

Berikut rincian jadwalnya:

  • Versi Pemerintah dan NU

    • Puasa Tasua: Sabtu, 5 Juli 2025

    • Puasa Asyura: Minggu, 6 Juli 2025

  • Versi Muhammadiyah

    • Puasa Tasua: Jumat, 4 Juli 2025

    • Puasa Asyura: Sabtu, 5 Juli 2025

Dalil dan Keutamaan Puasa Asyura

Keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam hadis sahih riwayat Muslim. Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu selama satu tahun sebelumnya:

وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

"Adapun puasa pada hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar puasa tersebut dapat menghapus dosa setahun sebelumnya." (HR Muslim no. 1162).

Baca Juga: Kalender Jawa Jumat Pahing 4 Juli 2025: Weton Ramah dan Penuh Rezeki

Dalam hadis lain, Nabi SAW juga menyebutkan niat beliau untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharam (Tasua) sebagai bentuk perbedaan dengan kaum Yahudi dan Nasrani yang juga memuliakan 10 Muharam. Namun, beliau wafat sebelum sempat melaksanakan niat tersebut. (HR Muslim)

Imam Nawawi dalam kitab al-Minhaj menjelaskan bahwa dosa yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil, sedangkan untuk dosa besar memerlukan taubat yang sungguh-sungguh (taubat nasuha).

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Niat Puasa Tasua (malam sebelumnya):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَّاسُوعَاء لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tâsû‘â lillâhi ta‘âlâ.

(Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT.)

Niat Puasa Asyura (malam sebelumnya):

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَاشُورَاء لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil ‘Âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

(Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT.)

Jika niatnya baru diucapkan di siang hari sebelum waktu Zuhur, bacaan niatnya sedikit berbeda.

Baca Juga: Bolehkah Menggabungkan Puasa Tasu’a dan Asyura dengan Puasa Qadha Ramadhan?

Dengan memahami perbedaan penetapan tanggal ini, umat Islam diharapkan tetap saling menghormati dan dapat menjalankan ibadah puasa Tasua dan Asyura dengan khusyuk sesuai keyakinan masing-masing.

Yang terpenting adalah semangat meneladani amalan Rasulullah SAW dan memperbanyak kebaikan di bulan yang mulia ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.