Akurat

Ribuan Peserta Bersaing Ketat dalam Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

Fajar Rizky Ramadhan | 30 Juni 2025, 12:41 WIB
Ribuan Peserta Bersaing Ketat dalam Seleksi Beasiswa Indonesia Bangkit 2025

AKURAT.CO Ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Seleksi Akademik dan Tes Bakat Skolastik Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) 2025 yang digelar serentak pada Minggu, 29 Juni 2025.

Seleksi ini merupakan tahap kedua dari program unggulan Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma).

Sebanyak 7.926 peserta dinyatakan lolos dari seleksi administratif dan berhak mengikuti tahapan ini, menyisihkan sekitar 5.500 pendaftar lainnya dari total 13.426 pendaftar.

Para peserta akan bersaing untuk memperebutkan kesempatan meraih beasiswa penuh (fully-funded) jenjang S1, S2, dan S3 di dalam negeri serta jenjang S2 dan S3 di luar negeri. Tahap selanjutnya berupa wawancara dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang.

Untuk memastikan pelaksanaan seleksi berjalan secara objektif dan profesional, Kemenag menggandeng dua lembaga mitra, yakni Applied Psychological Center (APC) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Pusat Studi Pengukuran dan Pengujian Pendidikan (PSPPP) UIN Sunan Ampel Surabaya.

Baca Juga: Komisi X DPR Perkuat Kerja Sama dengan Australia di Bidang Pendidikan, Beasiswa Terbuka Luas

Sebanyak 4.190 peserta mengikuti tes di bawah pengawasan APC UIN Sunan Kalijaga, sementara 3.736 peserta mengikuti tes di bawah PSPPP UIN Sunan Ampel.

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, menegaskan bahwa program BIB merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berpaham moderat.

“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan dana studi, tetapi bagian dari ikhtiar mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing global dan berpaham moderat,” ujarnya saat meninjau simulasi tes di UIN Sunan Kalijaga, Sabtu (28/6/2025).

Ruchman juga menekankan bahwa seleksi ini tidak hanya menilai kemampuan akademik peserta, tetapi juga aspek lain yang mencerminkan kualitas pribadi mereka.

“Seleksi ini tidak hanya menilai kecerdasan akademik, tetapi juga daya juang, ketahanan studi, serta integritas kepribadian awardee di tengah kemajemukan,” tambahnya.

Program BIB juga mencakup beberapa skema strategis seperti Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), Beasiswa Pendidikan Jarak Jauh berbasis cyber di UIN Siber Cirebon, serta Beasiswa Double Degree yang bekerja sama antara PTKIN dan universitas mitra di luar negeri.

Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga, Abdur Rozaki, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan semangat kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa seleksi ini bukan perkara mudah dan harus dijalani dengan penuh kesiapan.

“Persaingan di setiap tahap sangat ketat. Siapkan diri dengan baik, kerjakan soal dengan teliti, dan jangan anggap enteng proses ini,” pesannya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Ingin Tambah Jumlah Anak Muda Indonesia Belajar di Rusia dengan Beasiswa

Pelaksanaan simulasi dan tes turut dipantau oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor I Prof. Istiningsih, Wakil Rektor II Dr. Moch. Sodik, para dekan, serta pejabat struktural lainnya di lingkungan UIN Sunan Kalijaga.

Sebagai salah satu program prioritas Kementerian Agama, Beasiswa Indonesia Bangkit telah mengantarkan ratusan generasi muda menempuh pendidikan tinggi di kampus-kampus terbaik dalam dan luar negeri.

Program ini menjadi simbol dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi keagamaan sekaligus meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif dan berdaya saing global.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.