Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha: Panduan Ibadah yang Sarat Makna

AKURAT.CO Bulan Dzulhijjah adalah satu di antara bulan-bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Ia menjadi sangat istimewa karena di dalamnya terdapat rangkaian ibadah yang agung: puasa, wukuf di Arafah, Idul Adha, dan penyembelihan hewan kurban.
Di antara ibadah-ibadah tersebut, puasa sunnah yang dilakukan pada awal Dzulhijjah hingga hari Arafah memiliki keutamaan besar, terutama bagi mereka yang tidak sedang berhaji.
Puasa sunnah Dzulhijjah terdiri atas sembilan hari pertama bulan tersebut, yaitu tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Puasa ini dianjurkan karena termasuk amal saleh yang dicintai oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda:
"Tiada hari-hari yang amal shalih pada waktu itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah)." (HR. Bukhari)
Berikut adalah niat puasa sunnah Dzulhijjah dalam tiga bentuk:
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala
Aku niat puasa bulan Dzulhijjah sunnah karena Allah Ta’ala.
Baca Juga: Tanggal Berapa Puasa Sebelum Iduladha 2025? Ini Jadwal dan Niatnya, Jangan Sampai Ketinggalan!
Sementara itu, untuk tanggal 9 Dzulhijjah, dikenal sebagai puasa Arafah. Puasa ini memiliki keistimewaan yang luar biasa. Rasulullah SAW bersabda:
“Puasa hari Arafah, aku berharap kepada Allah, agar ia menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya.” (HR. Muslim)
Berikut niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمِ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yaumi ‘arafah sunnatan lillahi ta’ala
Aku niat puasa hari Arafah sunnah karena Allah Ta’ala.
Adapun tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha. Pada hari ini, umat Islam dilarang berpuasa. Hari tersebut adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah. Dalam hadis disebutkan:
"Hari Arafah, hari kurban, dan hari-hari Tasyriq adalah hari raya kita, umat Islam. Itu adalah hari makan dan minum." (HR. Abu Dawud)
Artinya, pada 10 Dzulhijjah dan tiga hari sesudahnya (11–13 Dzulhijjah), puasa tidak dianjurkan, bahkan haram dilakukan, karena termasuk hari-hari Tasyriq.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat Bulan Dzulhijjah: Memaknai Kurban di Era Modern
Dengan mengetahui dan memahami niat serta keutamaannya, ibadah puasa di bulan Dzulhijjah tidak sekadar menjadi ritual, melainkan wujud dari cinta dan penghambaan kita kepada Allah SWT.
Momentum ini juga menjadi peluang untuk memperbanyak amal sebelum tibanya Hari Raya Idul Adha, hari yang sarat makna tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketundukan kepada perintah Ilahi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit









