Hari Libur Nasional Kalender Mei 2025, Apakah Memperingati Hari Besar Islam?

AKURAT.CO Bulan Mei 2025 tampaknya menjadi bulan yang dinanti-nantikan oleh banyak orang Indonesia.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang serba cepat, jeda dalam bentuk hari libur selalu disambut dengan antusias.
Kalender nasional bulan ini menampilkan cukup banyak tanggal merah, cuti bersama, hingga peringatan hari besar nasional dan internasional.
Tapi, muncul pertanyaan menarik: apakah di antara semua hari libur itu ada yang memperingati hari besar dalam Islam? Mari kita telusuri lebih lanjut.
Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025, terdapat lima hari libur dan cuti bersama utama di bulan Mei:
-
Hari Buruh Internasional (1 Mei)
-
Hari Raya Waisak (12 Mei)
-
Cuti Bersama Waisak (13 Mei)
-
Kenaikan Isa Almasih (29 Mei)
-
Cuti Bersama Kenaikan Isa Almasih (30 Mei)
Baca Juga: Viral Guru di Bandung Barat Tugasi Siswa Gambar Alat Kelamin Sendiri, Apa Hukumnya Menurut Islam?
Sementara itu, sejumlah hari besar nasional juga hadir, seperti Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), Hari Kebangkitan Nasional (20 Mei), dan Hari Reformasi (21 Mei).
Begitu pula dengan hari-hari peringatan internasional mulai dari Hari Kebebasan Pers, Hari Keluarga Internasional, hingga Hari Skizofrenia Sedunia.
Namun, dari seluruh daftar itu, tak satu pun hari libur nasional di bulan Mei 2025 yang secara eksplisit memperingati hari besar dalam kalender Islam. Tak ada Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriyah, Maulid Nabi, atau Isra Mikraj yang jatuh di bulan ini.
Hal ini tentu wajar, mengingat penanggalan Islam bersifat lunar dan bergeser setiap tahunnya jika dibandingkan dengan kalender Masehi.
Dalam konteks kalender hijriyah, bulan Mei 2025 kemungkinan besar bertepatan dengan akhir bulan Dzulqa’dah hingga pertengahan Dzulhijjah 1446 H. Artinya, jika ada hari besar Islam, maka yang paling mungkin jatuh di akhir bulan ini adalah Hari Raya Idul Adha.
Namun, berdasarkan perhitungan awal, Idul Adha diprediksi jatuh pada awal Juni 2025—tepatnya 6 Juni 2025 (10 Dzulhijjah 1446 H)—sehingga belum masuk ke dalam daftar libur Mei.
Dengan begitu, meskipun bulan ini sarat akan momen rehat nasional dan internasional, masyarakat Muslim di Indonesia belum akan menemukan hari besar keislaman dalam kalender Mei 2025.
Hal ini justru bisa menjadi peluang—sebuah masa tenang sebelum perayaan besar Idul Adha. Waktu yang tepat untuk refleksi, persiapan, atau bahkan liburan produktif menjelang momentum keagamaan selanjutnya.
Baca Juga: Riuh Soal Pemakzulan Wapres Gibran Rakabuming Raka, Ini Hukum Memakzulkan Pemimpin Menurut Islam
Namun, mari kita ajukan pertanyaan skeptis—apakah ketiadaan hari besar Islam di bulan Mei berarti tak ada nilai-nilai Islam yang bisa diangkat? Tentu tidak.
Hari-hari besar seperti Hari Buruh, Hari Keluarga, bahkan Hari Buku Nasional, bisa dijadikan pintu masuk untuk menyuarakan nilai-nilai keislaman: tentang keadilan sosial, pentingnya ilmu, peran keluarga dalam masyarakat madani, dan ajakan untuk terus membaca sebagai bagian dari iqra’ yang pertama kali diturunkan.
Jadi, walaupun tidak ada hari besar Islam yang jatuh pada Mei 2025 secara resmi, bukan berarti bulan ini steril dari nilai-nilai Islam. Tergantung bagaimana kita memaknainya, setiap hari bisa menjadi ladang pahala dan momentum spiritual—jika kita punya niat dan kesadaran akan hal itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










