5 Hal yang Sebaiknya Jangan Anda Lakukan Ketika Anda Menjadi Calon Jemaah Haji

AKURAT.CO Menunaikan ibadah haji merupakan impian setiap Muslim. Namun, untuk mewujudkan ibadah yang mabrur tidak cukup hanya dengan kesiapan spiritual semata, melainkan juga dibutuhkan kesiapan mental, fisik, dan pengetahuan teknis yang memadai.
Berdasarkan pengalaman para jemaah haji dari tahun-tahun sebelumnya, terdapat sejumlah kesalahan atau kelalaian yang sebaiknya dihindari oleh calon jemaah haji agar ibadahnya berjalan lancar dan optimal. Berikut lima hal yang sebaiknya tidak Anda lakukan:
1. Menunda Persiapan Fisik dan Kesehatan
Ibadah haji membutuhkan stamina prima. Sayangnya, banyak calon jemaah yang menunda-nunda pemeriksaan kesehatan atau tidak memulai latihan fisik sejak dini. Padahal, perjalanan haji memerlukan kemampuan berjalan jauh, berdiri lama, serta bertahan dalam cuaca panas ekstrem di Tanah Suci. Jangan menunggu sakit baru memeriksakan diri; mulailah berolahraga ringan seperti jalan kaki sejak beberapa bulan sebelum keberangkatan.
2. Mengabaikan Manasik Haji
Manasik bukanlah formalitas belaka. Menganggap remeh manasik berarti membahayakan kesiapan ibadah Anda. Manasik menjadi media utama untuk memahami tata cara, rukun, dan larangan haji, sekaligus mengenal situasi di Arab Saudi secara praktis. Ketidakhadiran dalam manasik dapat menyebabkan kebingungan saat pelaksanaan ibadah yang sesungguhnya, bahkan berisiko menyebabkan pelanggaran rukun haji.
Baca Juga: 9 Tips Islami bagi Calon Jemaah Haji sebelum Pergi ke Tanah Suci
3. Membawa Barang Berlebihan dan Tidak Sesuai Kebutuhan
Banyak calon jemaah terjebak dalam kekhawatiran berlebihan sehingga membawa terlalu banyak barang yang tidak esensial. Akibatnya, koper menjadi berat dan merepotkan diri sendiri. Barang yang perlu dibawa hanyalah yang benar-benar diperlukan, seperti obat-obatan pribadi, pakaian yang sesuai cuaca, perlengkapan ibadah, dan dokumen penting. Jangan sampai niat ibadah terganggu hanya karena masalah logistik.
4. Mudah Tersulut Emosi di Tengah Kerumunan
Ibadah haji menuntut kesabaran tingkat tinggi. Kepadatan jemaah, antrean panjang, perbedaan budaya, dan kondisi fisik yang lelah seringkali memicu konflik kecil. Berdasarkan pengalaman, beberapa jemaah gagal menjaga lisan dan emosi, sehingga justru memperburuk kondisi spiritualnya. Sikap sabar, toleran, dan saling tolong-menolong justru menjadi bagian dari ruh ibadah haji itu sendiri.
5. Kurang Memahami Tata Tertib dan Regulasi Pemerintah Arab Saudi
Setiap tahun, ada saja jemaah yang terlibat masalah hukum atau administrasi karena ketidaktahuan mereka terhadap aturan yang berlaku di Arab Saudi, seperti larangan mengambil gambar di area tertentu, membuang sampah sembarangan, atau melanggar rute yang telah ditentukan.
Baca Juga: DPP Bersathu dan Kemenag Gencarkan Sosialisasi Aturan Haji Mujamalah di Solo
Penting bagi calon jemaah untuk mendapatkan informasi terkini dari pihak Kementerian Agama dan petugas haji, serta mematuhi setiap arahan resmi.
Kesimpulannya, menjadi calon jemaah haji adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah besar.
Oleh karena itu, penting bagi setiap calon jemaah untuk belajar dari pengalaman generasi sebelumnya agar mampu menghindari kesalahan yang dapat mengurangi kesempurnaan ibadah.
Persiapan yang matang, sikap yang rendah hati, dan niat yang tulus akan menjadi bekal utama meraih haji yang mabrur. Wallahu A'lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










