Akurat

5 Sekte di Indonesia Seperti Jihad Ummah dalam Serial Bidaah

Fajar Rizky Ramadhan | 10 April 2025, 07:30 WIB
5 Sekte di Indonesia Seperti Jihad Ummah dalam Serial Bidaah

AKURAT.CO Serial Malaysia Bidaah yang baru saja menayangkan episode finalnya di platform Viu tak hanya viral karena alur dramatis dan akting para bintangnya, tetapi juga karena tema sensitif yang diangkat: penyimpangan agama dalam bentuk sekte.

Fiktif memang, namun kisah sekte Jihad Ummah yang dipimpin oleh sosok kharismatik nan licik, Walid Muhammad, mengingatkan kita pada fenomena serupa yang pernah (dan masih) terjadi di Indonesia.

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tak luput dari kemunculan kelompok-kelompok keagamaan menyimpang yang menyaru sebagai “komunitas spiritual” atau “gerakan pembaruan agama.”

Dalam banyak kasus, mereka mengklaim mendapat wahyu khusus, menciptakan sistem kepemimpinan otoriter, bahkan sampai melanggar hukum dan norma kemasyarakatan.

Berikut lima sekte di Indonesia yang secara karakteristik mirip dengan Jihad Ummah dalam serial Bidaah:

1. NII (Negara Islam Indonesia)

Meskipun awalnya berbentuk gerakan politik bawah tanah, NII berkembang menjadi jaringan yang bersifat kultik. Dalam beberapa variannya, kelompok ini mempraktikkan bai’at, indoktrinasi tertutup, bahkan eksploitasi finansial terhadap anggotanya. Pemimpinnya dianggap sebagai pemegang kebenaran tunggal, mirip dengan figur Walid Muhammad dalam Bidaah.

Baca Juga: Link Nonton Serial Bidaah yang Sedang Trending di Tiktok

2. Gafatar (Gerakan Fajar Nusantara)

Gafatar sempat membuat geger nasional karena ajarannya yang menyimpang dari pokok-pokok agama Islam. Kelompok ini menggabungkan unsur-unsur Islam, Kristen, dan ajaran “baru” dari sang pemimpin spiritual. Beberapa anggotanya bahkan melepaskan identitas keagamaannya, meninggalkan rumah, dan hidup dalam koloni yang terisolasi. Pola ini sangat serupa dengan penggambaran komunitas tertutup dalam serial Bidaah.

3. Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Didirikan oleh Ahmad Musaddeq, yang mengklaim sebagai nabi setelah Nabi Muhammad. Gerakan ini sempat memiliki ribuan pengikut yang percaya bahwa ajaran Musaddeq adalah lanjutan dari Islam yang “sebenarnya.” Ia bahkan sempat dipenjara karena ajaran sesatnya. Mirip dengan Walid Muhammad, pemimpinnya sangat berwibawa dan berhasil menciptakan atmosfer ketaatan mutlak.

4. Kerajaan Eden

Lia Eden, sang pendiri, mengklaim mendapat wahyu dari malaikat Jibril dan mengaku sebagai reinkarnasi dari berbagai tokoh suci lintas agama. Sekte ini menciptakan tata cara ibadah sendiri dan menolak struktur keagamaan resmi. Pesan-pesan ‘wahyu’ disebarkan lewat tulisan, dan pengikutnya hidup dalam komunitas eksklusif. Seperti Jihad Ummah, Eden memposisikan dirinya sebagai “jalan keselamatan” di luar arus agama resmi.

Baca Juga: Viral Serial Bidaah, Apa Saja Hikmah yang Bisa Diambil?

5. Sunda Empire

Meski terkesan lebih politikal-fantastik, Sunda Empire menunjukkan karakteristik kultik: narasi sejarah alternatif, doktrin konspiratif, dan klaim otoritas global oleh seorang pemimpin tunggal. Meskipun tak berlandaskan agama, kesamaan dengan Jihad Ummah terletak pada pola manipulasi psikologis, pembentukan sistem nilai alternatif, dan penciptaan “dunia” yang hanya dimengerti oleh para anggotanya.

Serial Bidaah secara tidak langsung membuka kembali diskursus publik tentang pentingnya literasi keagamaan, kewaspadaan terhadap kultus individu, dan peran negara serta masyarakat dalam mendeteksi penyimpangan dini.

Dalam dunia yang semakin kompleks, kebutuhan spiritual kerap dimanipulasi oleh pihak-pihak yang mengklaim punya “akses khusus” ke kebenaran.

Dan sebagaimana yang terjadi dalam fiksi maupun realitas, ujung dari penyimpangan adalah penderitaan bagi mereka yang tertipu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.