8 Maret Memperingati Hari Apa? Ini Kedudukan Perempuan dalam Al-Qur'an

AKURAT.CO 8 Maret Memperingati Hari Apa? Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day).
Peringatan ini menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan panjang perempuan dalam meraih hak, keadilan, dan kesetaraan.
Namun, di balik hiruk-pikuk kampanye global ini, Islam—melalui Al-Qur'an—sejatinya telah lebih dulu mengangkat dan memuliakan kedudukan perempuan sejak lebih dari 14 abad yang lalu.
Al-Qur'an secara jelas menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan diciptakan setara dalam hal kemuliaan dan tanggung jawab. Dalam Surah Al-Hujurat ayat 13, Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya: "Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti."
Baca Juga: Lihat Video Viral Bu Guru Salsa di TikTok saat Puasa, Pahalanya Apakah Berkurang?
Ayat ini menegaskan bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh ketakwaan.
Dalam Islam, perempuan memiliki hak yang sama dalam menggapai derajat takwa dan berkontribusi dalam kehidupan sosial, politik, dan spiritual.
Al-Qur'an juga memberikan perhatian khusus pada hak-hak perempuan dalam berbagai aspek, seperti hak untuk mendapatkan pendidikan, bekerja, berpendapat, dan terlibat dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam Surah An-Nahl ayat 97, Allah berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Artinya: "Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Ayat ini menegaskan bahwa Allah tidak membedakan amal baik berdasarkan jenis kelamin. Laki-laki dan perempuan sama-sama berhak mendapatkan kehidupan yang baik dan balasan yang setimpal atas amal kebaikan mereka.
Lebih jauh, Islam juga mengakui peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat. Ibu, sebagai sosok perempuan, mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi dalam Islam.
Rasulullah SAW pernah bersabda ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik: "Ibumu, ibumu, ibumu, kemudian ayahmu."
Dalam Al-Qur'an, Surah Luqman ayat 14 menyatakan:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
Artinya: "Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku kembalimu."
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Buka Puasa Hari Ini, Sabtu 8 Maret 2025 Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Dari ayat-ayat tersebut, jelas bahwa Al-Qur'an telah menempatkan perempuan dalam posisi yang terhormat dan memberikan hak-hak yang adil.
Islam tidak hanya mengakui eksistensi perempuan, tetapi juga mengangkat martabat mereka sebagai individu yang memiliki hak, tanggung jawab, dan kesempatan yang sama dalam berkontribusi terhadap peradaban.
Karena itu, pada peringatan Hari Perempuan Internasional ini, menjadi refleksi bagi kita untuk melihat bagaimana Islam melalui Al-Qur'an telah mendukung perjuangan perempuan jauh sebelum konsep kesetaraan gender menjadi isu global.
Islam memuliakan perempuan dengan memberikan hak, tanggung jawab, dan kehormatan yang seimbang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







