Akurat

Update Bu Guru Salsa yang Videonya Viral, Begini Etika Seorang Guru dalam Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Maret 2025, 07:45 WIB
Update Bu Guru Salsa yang Videonya Viral, Begini Etika Seorang Guru dalam Islam

AKURAT.CO Kata kunci Bu Guru Salsa video viral masih menjadi pencarian sebagian netizen yang penasaran dengan videonya.

Media sosial masih diramaikan dengan viralnya video Bu Guru Salsa, seorang pendidik yang menjadi sorotan publik.

Terlepas dari alasan viralnya video tersebut, fenomena ini menjadi momentum bagi kita untuk merenungkan kembali bagaimana seharusnya etika seorang guru dalam Islam.

Dalam Islam, seorang guru memegang peran penting dalam membentuk karakter dan keilmuan peserta didik.

Maka, etika seorang guru tidak hanya menyangkut profesionalisme, tetapi juga nilai-nilai spiritual dan moral yang berlandaskan ajaran Islam.

Islam sangat memuliakan posisi guru, menyamakannya dengan penyampai ilmu yang menjadi penerang dalam kegelapan. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an:

وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَىٰ وَالْبَصِيرُ وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ وَلَا الظِّلُّ وَلَا الْحَرُورُ وَمَا يَسْتَوِي الْأَحْيَاءُ وَلَا الْأَمْوَاتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُسْمِعُ مَن يَشَاءُ ۖ وَمَا أَنتَ بِمُسْمِعٍ مَّن فِي الْقُبُورِ

“Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat. Dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya. Dan tidak (pula) sama yang teduh dengan yang panas. Dan tidak (pula) sama orang-orang yang hidup dan orang-orang yang mati. Sungguh, Allah memberikan pendengaran kepada siapa yang Dia kehendaki, dan engkau tidak akan sanggup memperdengarkan kepada orang yang di dalam kubur.” (QS. Fathir: 19-22).

Baca Juga: Video Viral Guru Salsa Ditonton saat Sahur, Apakah Puasanya Sah?

Ayat ini menggambarkan pentingnya ilmu sebagai cahaya yang membedakan antara kebodohan dan pengetahuan.

Guru adalah sosok yang menyampaikan cahaya itu, sehingga tanggung jawabnya sangat besar dalam membimbing murid-murid menuju pemahaman yang benar dan lurus.

Dalam Islam, seorang guru diharapkan memiliki etika yang luhur, salah satunya adalah ketulusan dalam mengajar. Ketulusan ini didasarkan pada niat semata-mata karena Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Guru yang mengajar dengan niat yang benar dan tulus akan mendapat pahala yang besar, karena ilmu yang diajarkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir.

Selain itu, seorang guru harus memperlakukan murid dengan penuh kasih sayang dan kesabaran.

Islam menekankan pentingnya kelembutan dalam mendidik, sebagaimana Rasulullah SAW adalah contoh pendidik terbaik yang selalu mengedepankan kasih sayang dalam berinteraksi dengan para sahabat. Allah SWT berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran: 159)

Seorang guru yang lembut dalam menyampaikan ilmu akan lebih mudah diterima oleh muridnya.

Sebaliknya, sikap kasar hanya akan menjauhkan murid dari semangat belajar dan menimbulkan ketakutan, bukan penghormatan.

Etika lain yang tak kalah penting adalah memberikan contoh yang baik. Guru adalah role model bagi murid-muridnya, sehingga tindak-tanduknya harus mencerminkan akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Mengajar tidak hanya tentang menyampaikan teori, tetapi juga memperlihatkan implementasi ilmu dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Berbuka Puasa 2025 Seluruh Wilayah Indonesia, Resmi dari Bimas Islam Kemenag

Seorang guru yang berakhlak baik akan menjadi inspirasi bagi murid-muridnya untuk mengikuti jejak yang sama.

Kasus viral seperti Bu Guru Salsa seharusnya menjadi pengingat bagi semua pendidik tentang pentingnya menjaga etika dan citra sebagai pembawa ilmu.

Dalam Islam, guru adalah sosok yang sangat dimuliakan, namun kemuliaan itu harus dijaga dengan sikap dan perilaku yang mencerminkan ajaran Islam.

Dengan begitu, guru tidak hanya dihormati karena ilmunya, tetapi juga karena keteladanan dan akhlaknya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.