Akurat

PTPN IV PalmCo Salurkan Rp270 Juta ke Keluarga Risiko Stunting di Paser Kaltim

Esha Tri Wahyuni | 28 Februari 2026, 17:28 WIB
PTPN IV PalmCo Salurkan Rp270 Juta ke Keluarga Risiko Stunting di Paser Kaltim
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa

AKURAT.CO PTPN IV PalmCo kembali menegaskan komitmennya dalam program penanganan stunting 2026 dengan mengalokasikan dana lebih dari Rp270 juta untuk keluarga risiko stunting (KRS) di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.

Melalui program berkelanjutan “Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat”, perusahaan sawit di bawah holding perkebunan BUMN ini menggabungkan intervensi gizi, edukasi kesehatan, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. 

Langkah ini relevan di tengah masih tingginya angka stunting di Kalimantan Timur yang berada di atas ambang batas WHO. Program ini tak hanya menyalurkan bantuan makanan bergizi, tetapi juga pendampingan intensif selama enam bulan untuk memastikan perbaikan status gizi berlangsung terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Apresiasi 32 Pemanen Terbaik, PTPN IV Genjot Target 2026

Komitmen PTPN IV PalmCo Tekan Angka Stunting 2026

Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo terus memperluas kontribusi sosialnya dalam mendukung agenda pemerintah menurunkan angka stunting nasional. Pada Ramadan 2026, perusahaan merealisasikan bantuan senilai lebih dari Rp270 juta yang salah satunya disalurkan di Kabupaten Paser.

Penyaluran paket gizi dilakukan di Gedung Awa Mangkuruku, Kecamatan Tanah Grogot, Jumat (27/2/2026). Kegiatan ini dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur Nurizky Permanajati, Kepala DP2KBP3A Kabupaten Paser Amir Faisol, serta jajaran manajemen PTPN IV PalmCo Regional V.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa intervensi stunting bukan program sesaat. “Tercatat pada tahun 2024, bantuan makanan tambahan bergizi dari perusahaan telah menjangkau 1.313 anak, dan perluasan perlindungannya menyentuh 2.077 anak pada tahun 2025. Perusahaan juga aktif menjalankan inisiatif Program Bapak Asuh Anak Stunting,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Sabtu (28/2/2026).

Jatmiko juga menambahkan, pada awal 2026 perusahaan kembali menyalurkan paket makanan bergizi berkelanjutan kepada 100 keluarga risiko stunting di Paser, terdiri dari 85 anak dan 15 ibu hamil.

“Upaya pencegahan stunting tidak bisa dilakukan hanya sekali jalan. Generasi sehat adalah fondasi bangsa yang kuat. Melalui keberlanjutan program ‘Nutrisi Sehat, Bangsa Kuat’, kami ingin terus berkontribusi secara konkret dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan balita dan ibu hamil di sekitar wilayah operasional perusahaan,” katanya.

Paket Bantuan Gizi Bulanan untuk 100 KRS

Region Head PTPN IV Regional V, Sudarma Bhakti Lessan, menjelaskan bahwa implementasi program di Paser dirancang dengan skema pendampingan intensif selama enam bulan.

Setiap keluarga penerima manfaat memperoleh paket makanan bergizi setiap bulan. Bantuan tersebut meliputi susu untuk ibu hamil dan balita, telur sebagai sumber protein hewani, beras, serta biskuit penunjang kebutuhan kalori keluarga.

“Skema ini dirancang untuk memastikan perbaikan status gizi keluarga berlangsung secara konsisten dan terukur,” terang Sudarma.

Edukasi Kesehatan dan Perbaikan Sanitasi

Program ini tidak hanya fokus pada asupan gizi. PTPN IV PalmCo juga mengintegrasikan edukasi pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan gratis, pendampingan tenaga kesehatan dan kader posyandu, hingga pembangunan fasilitas jamban sehat.

Pendekatan paralel antara gizi dan sanitasi dinilai krusial karena penyakit berbasis lingkungan turut berkontribusi pada tingginya kasus stunting.

“Langkah perbaikan sanitasi ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan yang berkontribusi terhadap stunting, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Program ini kami laksanakan melalui kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, BKKBN, dinas kesehatan, dan puskesmas,” jelas Sudarma.

Stunting Kaltim Masih 22,2 Persen

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Timur tercatat sebesar 22,2%. Angka ini masih berada di atas ambang batas yang ditetapkan WHO sebesar 20%.

Sementara itu, Kabupaten Paser mencatat prevalensi stunting sebesar 23,4%. Data ini menjadi dasar perlunya intervensi kolaboratif antara pemerintah dan sektor swasta.

Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Timur, Nurizky Permanajati, mengapresiasi kontribusi PTPN IV PalmCo dalam mendukung program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).

“Angka itu masih di atas rata-rata nasional dan ambang batas WHO sebesar 20 persen. Sebagai upaya intervensi, sebanyak 936 keluarga di Kabupaten Paser menjadi target untuk mendapat bantuan melalui program GENTING. Kehadiran PTPN IV PalmCo sangat membantu meringankan beban ini dan kami harap dapat menjadi praktik baik yang direplikasi oleh mitra bisnis lainnya,” ungkap Nurizky.

Target Penurunan Stunting Paser: Optimistis Tembus 19 Persen

Pemerintah Kabupaten Paser sebelumnya menargetkan penurunan angka stunting ke level 19%. Kepala DP2KBP3A Kabupaten Paser, Amir Faisol, menilai sinergi dengan sektor swasta menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target tersebut.

“Investasi pada gizi dan sanitasi hari ini sangat menentukan masa depan daerah kita. Padahal target kami tahun lalu di angka 19 persen, dan dengan adanya kolaborasi berkelanjutan seperti yang ditunjukkan PTPN IV PalmCo, kami sangat optimis percepatan penurunan angka stunting di Paser dapat dicapai tahun ini,” tutur Amir.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.