Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban di Pagi Hari

AKURAT.CO Niat Puasa Ayyamul Bidh Nisfu Syaban menjadi bagian penting bagi siapa saja yang akan melakukan puasa ini.
Bulan Syaban selalu menjadi bulan yang istimewa dalam Islam, terutama bagi mereka yang ingin memperbanyak ibadah sebelum datangnya bulan suci Ramadan.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan di bulan ini adalah puasa ayyamul bidh, yaitu puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah.
Namun, puasa ini memiliki keutamaan khusus jika dilakukan di bulan Syaban, terutama pada hari Nisfu Syaban—malam pertengahannya yang dikenal sebagai malam penuh keberkahan dan ampunan.
Terkadang, seseorang tidak berniat untuk berpuasa sejak malam hari, entah karena lupa atau baru menyadari keutamaan puasa ini di pagi hari.
Dalam Islam, ada keringanan bagi puasa sunnah yang membolehkan seseorang untuk berniat di pagi hari, selama belum makan, minum, atau melakukan hal lain yang membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Bagi seseorang yang baru berniat di pagi hari, ia dapat mengucapkan niat sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ تَطَوُّعًا لِلّٰهِ تَعَالٰى
Nawaitu shauma hâdzal yaumi tathawwu‘an lillâhi ta‘âlâ
Artinya: Aku niat berpuasa sunnah pada hari ini karena Allah Ta’ala.
Dengan niat ini, puasa tetap sah dan diterima sebagai ibadah sunnah, selama belum ada sesuatu yang membatalkan puasa sejak waktu Subuh.
Baca Juga: Puasa Sunnah Senin Sambil Akses Link Nonton Film IndoXXI LK21, Sahkah Puasanya?
Kelonggaran untuk berniat di pagi hari didasarkan pada hadis dari Ummu Darda’ yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah menanyakan kepada istrinya, Aisyah RA, apakah ada makanan di rumah. Ketika Aisyah menjawab tidak ada, Rasulullah SAW berkata:
"Kalau begitu, aku berpuasa." (HR. Muslim).
Hadis ini menjadi dasar bahwa seseorang bisa berniat puasa sunnah setelah fajar, asalkan belum makan atau minum. Hal ini berbeda dengan puasa wajib, seperti puasa Ramadan, yang harus diniatkan sebelum fajar.
Puasa ayyamul bidh di bulan Syaban memiliki keutamaan yang sangat besar. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa tiga hari pada setiap bulan, itu seperti puasa sepanjang tahun." (HR. An-Nasa’i).
Selain itu, malam Nisfu Syaban juga dikenal sebagai malam penuh ampunan, sebagaimana disebutkan dalam hadis:
"Sesungguhnya Allah melihat kepada makhluk-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni semua makhluk-Nya kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan." (HR. Ibnu Majah dan Thabrani).
Dengan berpuasa pada hari Nisfu Syaban, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan pahala puasa ayyamul bidh, tetapi juga meraih keutamaan bulan Syaban yang penuh berkah.
Baca Juga: Bolehkah Niat Puasa Sunnah Senin Sekaligus Qadha Ramadan?
Puasa ayyamul bidh di bulan Syaban, terutama pada hari Nisfu Syaban, adalah ibadah yang sangat dianjurkan karena pahalanya yang besar.
Jika seseorang lupa atau tidak sempat berniat sejak malam, Islam memberikan keringanan untuk berniat di pagi hari, selama belum makan atau minum.
Dengan niat yang tulus dan ikhlas, semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita dan menjadikannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










