Akurat

Saldo Dana Gratis: Berkah atau Ujian? Perspektif Islam tentang Rezeki Instan

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Februari 2025, 08:30 WIB
Saldo Dana Gratis: Berkah atau Ujian? Perspektif Islam tentang Rezeki Instan

AKURAR.CO Dalam kehidupan modern, keberadaan saldo Dana gratis sering dianggap sebagai rezeki yang datang secara tiba-tiba.

Berbagai promo, cashback, atau hadiah dari aplikasi keuangan digital memberikan kemudahan bagi penggunanya untuk mendapatkan uang tanpa usaha yang berarti.

Namun, dalam perspektif Islam, apakah rezeki instan seperti ini termasuk berkah atau justru ujian?

Islam mengajarkan bahwa setiap bentuk rezeki berasal dari Allah. Tidak ada satu pun yang diterima manusia tanpa kehendak-Nya. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 286:

لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya."

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas usaha dan hasil yang didapatkannya. Ketika seseorang memperoleh saldo Dana gratis, ia perlu bertanya pada dirinya sendiri: Apakah ini rezeki yang halal dan diperoleh dengan cara yang benar? 

Baca Juga: Link Nonton Film Indoxxi LK21: Benarkah Film Bisa Menjadi Sarana Dakwah Zaman Now?

Jika saldo tersebut berasal dari sumber yang jelas, seperti program loyalitas atau hadiah yang transparan, maka itu bisa dianggap sebagai rezeki yang halal. Namun, jika berasal dari sumber yang meragukan atau mengandung unsur gharar (ketidakjelasan), maka perlu berhati-hati.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa setiap rezeki yang diterima seseorang akan dipertanggungjawabkan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Rasulullah bersabda:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ

Artinya: "Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat sebelum ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, serta tentang ilmunya bagaimana ia amalkan."

Hadis ini menegaskan bahwa setiap harta, termasuk saldo Dana gratis yang diperoleh seseorang, akan dimintai pertanggungjawaban.

Jika seseorang mendapatkan uang secara instan tetapi tidak jelas asal-usulnya, maka ia harus berhati-hati agar tidak terjerumus dalam perkara syubhat atau bahkan haram.

Di sisi lain, rezeki instan juga bisa menjadi ujian. Allah menguji hamba-Nya dengan berbagai cara, termasuk dengan kemudahan yang tampaknya menguntungkan. Dalam Surah Al-Anfal ayat 28, Allah berfirman:

وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌۭ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌۭ

Artinya: "Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan, dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar."

Dari ayat ini, jelas bahwa harta bisa menjadi ujian. Jika seseorang mendapatkan saldo Dana gratis dan menggunakannya untuk kebaikan, seperti bersedekah atau membantu sesama, maka itu bisa menjadi keberkahan.

Sebaliknya, jika digunakan untuk hal yang sia-sia atau bahkan maksiat, maka itu menjadi cobaan yang justru menjauhkan dirinya dari keberkahan Allah.

Oleh karena itu, dalam Islam, menerima saldo Dana gratis bukanlah sekadar soal keuntungan finansial, tetapi juga soal kesadaran spiritual. Seorang Muslim harus memastikan bahwa harta yang diperoleh adalah halal dan digunakan dengan cara yang benar.

Jika harta tersebut berasal dari sumber yang syubhat atau haram, lebih baik ditinggalkan. Namun, jika berasal dari sumber yang jelas dan dapat digunakan untuk kebaikan, maka itu bisa menjadi berkah.

Baca Juga: Situs Dapat Saldo Dana Gratis, Bagaimana Perspektif Muamalah Islam?

Kesimpulannya, saldo Dana gratis bisa menjadi berkah jika diperoleh dengan cara yang halal dan dimanfaatkan untuk kebaikan.

Namun, jika berasal dari sumber yang tidak jelas atau digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, maka itu bisa menjadi ujian yang berisiko menjerumuskan seseorang dalam kelalaian.

Islam mengajarkan keseimbangan dalam menyikapi rezeki, termasuk yang datang secara instan, agar tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan membawa manfaat dalam kehidupan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.