Akurat

Bagaimana Hubungan Antara Ikhtiar, Doa dan Tawakal kepada Allah SWT? Simak 3 Poin Ini

Sultan Tanjung | 31 Januari 2025, 17:25 WIB
Bagaimana Hubungan Antara Ikhtiar, Doa dan Tawakal kepada Allah SWT? Simak 3 Poin Ini

AKURAT.CO  Dalam kehidupan sehari-hari, umat Islam diajarkan untuk mengandalkan tiga pilar penting dalam mencapai tujuan dan menghadapi tantangan: ikhtiar, doa, dan tawakal.

Ketiga aspek ini saling terkait dan memiliki peran yang signifikan dalam membentuk sikap spiritual dan mental seorang Muslim.

Artikel ini akan membahas hubungan antara ikhtiar, doa, dan tawakal kepada Allah SWT serta bagaimana ketiga elemen ini berkontribusi dalam kehidupan seorang Muslim.

Baca Juga: Ini Sejumlah Ikhtiar yang Dilakukan Nabi Muhammad untuk Mendapatkan Rezeki

1. Pengertian Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Ikhtiar:

Ikhtiar adalah usaha atau upaya yang dilakukan oleh seseorang untuk mencapai suatu tujuan.

Dalam Islam, ikhtiar mencakup segala bentuk tindakan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Misalnya, seorang pelajar yang belajar keras untuk mendapatkan nilai baik dalam ujian adalah bentuk ikhtiar.

Doa:

Doa adalah permohonan atau komunikasi seorang hamba kepada Allah SWT.

Dalam Islam, doa dianggap sebagai bentuk penghambaan dan pengakuan akan kekuasaan Allah.

Doa dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, baik secara lisan maupun dalam hati, dan bisa berupa permohonan untuk kebaikan dunia maupun akhirat.

Tawakal:

Tawakal adalah sikap berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar.

Dalam konteks ini, tawakal berarti meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah kehendak Allah dan menerima hasil dari usaha yang telah dilakukan dengan penuh keyakinan.

Baca Juga: Menuju Malam Nisfu Syaban: Amalan dan Doa yang Dianjurkan

2. Hubungan Antara Ikhtiar, Doa, dan Tawakal

Ketiga elemen ini saling melengkapi satu sama lain dalam kehidupan seorang Muslim:

Ikhtiar sebagai Dasar Usaha:

Seorang Muslim diharapkan untuk berusaha maksimal (ikhtiar) dalam mencapai tujuannya.

Tanpa usaha yang nyata, harapan untuk mendapatkan hasil yang baik menjadi tidak realistis.

Dalam Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 60, Allah SWT berfirman tentang pentingnya persiapan dan usaha dalam menghadapi tantangan.

Doa sebagai Sarana Memohon Pertolongan:

Setelah melakukan ikhtiar, doa menjadi sarana untuk memohon pertolongan Allah.

Dalam banyak hadis, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa adalah senjata bagi orang beriman.

Dengan berdoa, seseorang menunjukkan kerendahan hati dan pengakuan bahwa hanya Allah yang dapat memberikan hasil dari usaha tersebut.

Tawakal sebagai Penyerahan Hasil kepada Allah:

Setelah melakukan ikhtiar dan berdoa, tawakal menjadi langkah terakhir yang penting. Seorang Muslim harus meyakini bahwa hasil akhir dari usahanya berada di tangan Allah SWT.

Dalam Al-Qur'an Surah Ali Imran ayat 159, Allah SWT mengingatkan kita untuk berserah diri kepada-Nya setelah melakukan segala usaha.

Baca Juga: 3 Ciri Seorang Hamba Telah Tawakal Menurut Sayyid Al-Hadad

3. Contoh Praktis Hubungan Ini dalam Kehidupan Sehari-hari

Misalkan seorang mahasiswa yang sedang mempersiapkan ujian:

Ia melakukan ikhtiar dengan belajar secara teratur dan mempersiapkan materi ujian.

Selama proses belajar, ia juga melakukan doa, meminta kepada Allah agar diberi kemudahan dalam memahami pelajaran.

Setelah semua usaha dilakukan, mahasiswa tersebut kemudian bersikap tawakal, meyakini bahwa apapun hasil ujian nanti adalah yang terbaik menurut kehendak Allah.

Rangkuman

Hubungan antara ikhtiar, doa, dan tawakal kepada Allah SWT merupakan inti dari kehidupan spiritual seorang Muslim.

Ikhtiar mencerminkan usaha manusia dalam mencapai tujuan; doa adalah sarana untuk meminta pertolongan dari Sang Pencipta; dan tawakal menunjukkan sikap berserah diri atas hasil dari usaha tersebut.

Ketiga elemen ini tidak dapat dipisahkan satu sama lain dan harus diterapkan secara bersamaan untuk mencapai keberhasilan dalam hidup.

Dengan memahami hubungan ini, seorang Muslim dapat menjalani kehidupannya dengan lebih tenang dan penuh keyakinan bahwa segala sesuatu berada di bawah kendali Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.