Kalender Hijriyah, Kenapa Orang Islam Harus Mengetahuinya?

AKURAT.CO Kalender Hijriyah adalah sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi.
Berbeda dengan kalender Masehi yang menggunakan perhitungan matahari, kalender Hijriyah menandai bulan baru berdasarkan hilal, yaitu penampakan bulan sabit pertama setelah terjadinya konjungsi.
Sebagai umat Islam, mengenal dan memahami kalender Hijriyah bukan sekadar perkara teknis, melainkan sebuah keharusan yang terhubung dengan dimensi spiritual, ibadah, dan identitas keislaman.
Kalender ini dinamakan "Hijriyah" karena dimulai dari peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi.
Peristiwa tersebut bukan hanya momen sejarah, tetapi juga tonggak penting bagi umat Islam dalam membangun masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Penetapan kalender ini dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA sebagai bentuk penyatuan sistem penanggalan umat Islam.
Baca Juga: Sejarah Kalender Hijriyah, Kapan Pertama Kali Digunakan?
Bagi umat Islam, banyak ibadah yang terikat dengan kalender Hijriyah. Misalnya, puasa Ramadan dimulai pada bulan Ramadan dan berakhir dengan Idulfitri yang jatuh pada 1 Syawal. Demikian pula, ibadah haji dilaksanakan pada bulan Zulhijjah.
Tanpa memahami kalender Hijriyah, umat Islam akan kesulitan menentukan waktu-waktu ibadah tersebut. Bahkan, zakat fitrah yang wajib dikeluarkan setiap tahun juga bergantung pada penentuan akhir Ramadan.
Selain itu, kalender Hijriyah memiliki makna mendalam dalam memperkuat kesadaran umat Islam akan siklus waktu yang terhubung dengan kebesaran Allah SWT.
Setiap bulan dalam kalender ini mengandung pesan spiritual. Misalnya, bulan Muharram mengingatkan umat Islam akan pentingnya hijrah sebagai simbol perjuangan dan pembaruan diri.
Sementara itu, bulan Rajab mengajak umat Islam untuk bersiap menyambut Ramadan dengan memperbanyak amal ibadah.
Mengetahui kalender Hijriyah juga penting untuk menjaga identitas budaya dan religius umat Islam di tengah arus globalisasi.
Di banyak negara, kalender Masehi mendominasi hampir seluruh aspek kehidupan, dari pendidikan hingga pemerintahan.
Namun, dengan tetap memahami dan menggunakan kalender Hijriyah, umat Islam dapat menjaga hubungan mereka dengan tradisi Islam yang telah diwariskan selama berabad-abad.
Baca Juga: Menentukan Nasib dengan Kalender Jawa Weton: Apakah Bertentangan dengan Syariat Islam?
Lebih dari sekadar sistem penanggalan, kalender Hijriyah adalah pengingat bahwa waktu adalah anugerah yang harus dikelola dengan bijaksana.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT sering mengingatkan tentang pentingnya waktu, seperti dalam Surah Al-‘Asr: “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh...” (QS. Al-‘Asr: 1–3).
Dengan memahami kalender Hijriyah, umat Islam dapat lebih terhubung dengan siklus waktu yang Islami, menjadikan setiap momen kehidupan lebih bermakna.
Oleh karena itu, mengetahui dan memahami kalender Hijriyah bukan hanya soal menjalankan ibadah ritual, tetapi juga soal memperkuat identitas keislaman, menyelaraskan hidup dengan nilai-nilai spiritual, dan menjaga hubungan dengan sejarah besar umat Islam.
Kalender ini mengajarkan kita bahwa setiap waktu memiliki keberkahan, dan sebagai umat Islam, sudah seharusnya kita memanfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









