Akurat Logo

Kekayaan Mayor Teddy Indra Wijaya Capai 15,38 M: Kenapa Orang Islam Harus Kaya?

Fajar Rizky Ramadhan | 23 Januari 2025, 06:00 WIB
Kekayaan Mayor Teddy Indra Wijaya Capai 15,38 M: Kenapa Orang Islam Harus Kaya?

AKURAT.CO Berita tentang Mayor Teddy Indra Wijaya yang disebut memiliki kekayaan mencapai 15,38 miliar rupiah menjadi sorotan publik.

Kekayaan yang diraih oleh seorang tokoh militer sekaligus Sekretaris Kabinet ini memunculkan pertanyaan mendalam: bagaimana seorang Muslim memandang kekayaan?

Apakah menjadi kaya sejalan dengan nilai-nilai Islam, atau justru bertentangan dengan ajaran agama?

Dalam perspektif Islam, menjadi kaya bukan hanya diperbolehkan, tetapi juga dianjurkan selama kekayaan tersebut diraih dengan cara yang halal dan dimanfaatkan untuk kebaikan.

Islam mengajarkan bahwa kekayaan adalah salah satu amanah yang harus dijaga dan digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنْيَا وَأَحْسِن كَمَآ أَحْسَنَ ٱللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ ٱلْفَسَادَ فِى ٱلْأَرْضِ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia serta berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

Baca Juga: Mengenal Guru Spiritual dalam Kajian Ilmu Tasawuf

Ayat ini menegaskan bahwa seorang Muslim tidak hanya diperintahkan untuk mengejar kebahagiaan akhirat, tetapi juga diberikan hak untuk menikmati kehidupan dunia selama berada dalam batasan syariat. Kekayaan dalam Islam bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk berbuat kebaikan.

Rasulullah ﷺ juga memberikan teladan tentang pentingnya harta dalam mendukung dakwah dan membantu sesama. Salah satu hadis yang relevan adalah:

نِعْمَ الْمَالُ الصَّالِحُ لِلْمَرْءِ الصَّالِحِ

“Sebaik-baik harta yang baik adalah harta yang berada di tangan orang saleh.” (HR. Ahmad)

Hadis ini menunjukkan bahwa harta yang berada di tangan orang-orang yang beriman dan bertakwa akan menjadi alat yang sangat bermanfaat.

Dengan harta, seseorang dapat membantu fakir miskin, mendirikan fasilitas sosial, menyumbang untuk kemajuan pendidikan, dan berbagai kegiatan yang mendatangkan kemaslahatan bagi umat.

Menjadi kaya juga memungkinkan seorang Muslim untuk menunaikan kewajiban seperti zakat, infak, dan sedekah.

Zakat, misalnya, adalah salah satu rukun Islam yang hanya diwajibkan kepada orang yang memiliki harta berlebih.

Hal ini menunjukkan bahwa dalam Islam, memiliki kekayaan adalah salah satu jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan membersihkan jiwa dari sifat kikir.

Namun, penting untuk diingat bahwa Islam juga memberikan peringatan agar kekayaan tidak menjadi sumber kesombongan dan kelalaian. Allah berfirman:

إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَيَطْغَىٰٓ أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ

“Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya merasa cukup.” (QS. Al-‘Alaq: 6-7)

Ayat ini mengingatkan bahwa kekayaan bisa menjadi fitnah bagi manusia jika tidak diiringi dengan sikap rendah hati dan kesadaran bahwa semuanya adalah milik Allah.

Oleh karena itu, Muslim yang kaya harus senantiasa menyadari bahwa hartanya hanyalah titipan yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.

Baca Juga: Siswa SD di Nias Keluhkan Sebulan Tanpa Guru, Seskab Mayor Teddy Turunkan Tim

Kekayaan Mayor Teddy Indra Wijaya yang mencapai miliaran rupiah seharusnya menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk tidak takut menjadi kaya.

Dengan memiliki kekayaan, seorang Muslim dapat lebih banyak berkontribusi untuk kemajuan umat dan membantu mereka yang membutuhkan.

Namun, kekayaan itu harus diperoleh melalui jalan yang halal, digunakan untuk kebaikan, dan tidak membuat pemiliknya melupakan Allah.

Islam tidak pernah melarang umatnya untuk menjadi kaya, bahkan mendorong mereka untuk sukses dalam kehidupan dunia selama hal itu menjadi jalan menuju keridhaan Allah.

Kekayaan adalah anugerah, dan ketika dikelola dengan benar, ia menjadi salah satu jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.