Umat Islam Tetapkan 8 Agustus 1360 sebagai Tanggal Masuknya Islam di Tanah Papua

AKURAT.CO Umat Islam secara resmi menetapkan bahwa Islam pertama kali masuk ke Tanah Papua pada Selasa, 8 Agustus 1360 Masehi, bertepatan dengan 24 Ramadhan 761 Hijriyah.
Penetapan ini menjadi hasil kesepakatan dalam seminar nasional yang berlangsung di Fakfak, Papua Barat.
“Islam telah terinternalisasi dalam sistem kerajaan di Fakfak seperti Kerajaan Fatagar, Rumbati, dan Atiati, serta kerajaan lainnya di Papua Barat dan Raja Ampat,” jelas KH. Fadlan, salah satu tokoh yang terlibat dalam kajian ini.
Islam masuk ke Papua melalui jalur perdagangan dan dakwah, dibawa oleh Abdul Ghaffar, seorang mubaligh dari Aceh, yang tiba di Kampung Gar atau Furuwagi, Kabupaten Fakfak.
Keputusan ini disahkan melalui berita acara yang ditandatangani pada Sabtu malam, 11 Januari 2025, oleh tokoh-tokoh Papua, termasuk para raja setempat.
Baca Juga: Patrick Kluivert Tertarik Pelajari Agama Islam Seperti Shin Tae-yong?
Ketua Umum MUI Papua Barat, KH. Ahmad Nausrau, Spd.I., MM, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan puncak dari perjalanan panjang kajian sejarah masuknya Islam di Papua.
“Kita telah melakukan seminar ke seminar dari tahun 2006, 2008 MTQ Ke 2 Irian Jaya Barat, dan sudah menerbitkan buku hasil dari penelitian dan kajian ilmiah,” ungkapnya.
Berbagai penelitian menunjukkan bukti Islam telah hadir di Papua sejak abad ke-14, dibuktikan melalui artefak, masjid tua, kitab Al-Qur’an, dan tradisi masyarakat.
Selain itu, penyebaran Islam di Papua terjadi lebih awal dibandingkan kedatangan kolonial seperti Spanyol, Portugis, dan Belanda.
Seminar ini juga dihadiri sejumlah raja dari wilayah Papua, termasuk Raja Fatagar, Raja Rumbati, Raja Sekar Pikpik, Raja Wertuar, Raja Komisi, dan Raja Namatota.
“Dari tahun 2006 ke 2024 sudah 18 tahun, belum ada kesepakatan bersama sebagai dasar menentukan tanggal masuknya agama Islam di tanah Papua. Dengan bukti-bukti ilmiah yang telah dihasilkan itu, sudah saatnya penetapan waktu dan tempat yang menandai syiar agama Islam ini memiliki nilai spiritual bagi umat Islam khususnya di tanah Papua,” ujar KH. Ahmad Nausrau.
Baca Juga: Aplikasi Berburu Koin Jagat Itu Apa? Bagaimana Islam Memandang Hal Ini?
Acara yang digelar di Gedung Wintder Tuare, Fakfak, ini dibuka oleh Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs. H. Ali Baham Temongmere, M.Tp, dan Penjabat Gubernur Papua Barat Daya, Dr. Drs. Muhammad Musaad, M.Si. Tim perumus melibatkan berbagai akademisi dan tokoh agama seperti Prof. Yon Machmudi, Ph.D, dan KH. Fadlan Garamatan.
Penetapan tanggal bersejarah ini diharapkan menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang sejarah Islam di Tanah Papua sekaligus memperkuat harmoni antarumat beragama melalui konsep "Satu Tungku Tiga Batu," yang mencerminkan kerukunan antara Islam, Kristen, dan Katolik di wilayah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 4Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Kalender Jawa 23 September 2026: Watak Weton Rabu Pon Dikenal Cerdas dan Mudah Bergaul
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK






