Penyebab Kebakaran Hutan Los Angeles dalam Pandangan Islam

AKURAT.CO Kebakaran hutan yang sering terjadi di berbagai belahan dunia, termasuk Los Angeles, menjadi salah satu isu yang membutuhkan perhatian mendalam.
Dalam Islam, fenomena seperti ini tidak hanya dipandang dari sisi ilmiah, tetapi juga dianalisis dari sudut pandang spiritual dan etika manusia terhadap alam.
Sebagaimana Allah menciptakan alam semesta untuk dimanfaatkan oleh manusia, Islam mengajarkan tanggung jawab besar untuk menjaga keseimbangan dan kelestarian lingkungan.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS. Ar-Rum: 41).
Ayat ini memberikan peringatan bahwa segala bentuk kerusakan, termasuk kebakaran hutan, sering kali merupakan akibat dari ulah manusia.
Perilaku manusia yang merusak, seperti pembakaran lahan secara sembarangan, eksploitasi berlebihan, dan pengabaian terhadap hukum alam, adalah penyebab utama terjadinya bencana.
Dalam konteks Los Angeles, kebakaran hutan yang sering dipicu oleh perubahan iklim, kekeringan ekstrem, atau bahkan kelalaian manusia, sejalan dengan peringatan Al-Qur'an ini.
Baca Juga: Tabrakan, Drone Hambat Pesawat Pemadam Kebakaran di Los Angeles
Islam menekankan pentingnya menjaga amanah Allah terhadap bumi. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ
“Sesungguhnya dunia itu indah dan hijau, dan Allah menjadikan kalian sebagai khalifah di dalamnya, maka Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat” (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah untuk menjaga keindahan dan kehijauan bumi.
Namun, ketika manusia gagal menjalankan amanah ini, bencana alam seperti kebakaran hutan dapat menjadi peringatan dari Allah.
Selain itu, Islam juga mengajarkan pentingnya mencegah kerusakan (fasad). Allah berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوا فِي ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya” (QS. Al-A’raf: 56).
Ayat ini menegaskan larangan tegas terhadap perbuatan yang merusak keseimbangan alam. Kebakaran hutan dapat dikaitkan dengan perilaku merusak ini, baik secara langsung melalui pembakaran ilegal maupun tidak langsung melalui tindakan yang menyebabkan perubahan iklim.
Baca Juga: Hampir Samai APBN RI, Kerugian Akibat Kebakaran Los Angeles Tembus Rp2.447 Triliun
Dalam pandangan Islam, solusi untuk mencegah kebakaran hutan tidak hanya terletak pada upaya teknologi dan hukum, tetapi juga pada perbaikan moral manusia.
Kesadaran akan amanah menjaga bumi, pengendalian keserakahan, dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah adalah bagian integral dari upaya ini.
Dengan demikian, kebakaran hutan yang terjadi di Los Angeles dan tempat lain adalah cerminan dari ketidakseimbangan yang terjadi akibat kelalaian manusia.
Islam mengingatkan bahwa tanggung jawab menjaga bumi adalah bagian dari ibadah, dan setiap individu akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah mereka perbuat terhadap alam.
Wallahu a’lam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








