Akurat

Peristiwa Besar di Bulan Rajab yang Terjadi pada Nabi Muhammad SAW

Fajar Rizky Ramadhan | 6 Januari 2025, 10:30 WIB
Peristiwa Besar di Bulan Rajab yang Terjadi pada Nabi Muhammad SAW

AKURAT.CO Bulan Rajab merupakan salah satu bulan haram yang dimuliakan dalam Islam.

Dalam sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW, bulan ini diwarnai dengan peristiwa luar biasa yang menjadi tonggak penting dalam perjalanan dakwah Islam.

Salah satu peristiwa paling monumental yang terjadi pada bulan Rajab adalah Isra Mikraj, perjalanan spiritual yang membawa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan dari sana menuju Sidratul Muntaha di langit tertinggi.

Peristiwa Isra Mikraj ini diabadikan dalam Al-Qur'an, sebagaimana firman Allah SWT:

سُبْحَانَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًۭا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

"Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Al-Isra: 1).

Baca Juga: Niat Puasa Senin Kamis Bulan Rajab, Perkuat Hubungan Spiritual dengan Allah

Isra Mikraj bukanlah peristiwa biasa. Nabi Muhammad SAW diperjalankan dalam waktu semalam dengan kendaraan bernama Buraq, makhluk yang lebih cepat dari cahaya.

Saat tiba di Masjidil Aqsa, Rasulullah SAW mengimami para nabi dalam salat, sebuah simbol bahwa beliau adalah pemimpin para nabi dan pembawa risalah terakhir.

Setelah itu, Rasulullah SAW dibawa menuju langit-langit tertinggi, bertemu dengan para nabi di setiap tingkatan langit.

Di Sidratul Muntaha, Nabi SAW menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT. Awalnya, salat diwajibkan sebanyak lima puluh kali sehari.

Namun, atas saran Nabi Musa AS yang ditemui di salah satu tingkatan langit, Rasulullah SAW memohon keringanan hingga akhirnya Allah menetapkan salat wajib menjadi lima waktu sehari dengan pahala yang setara lima puluh kali lipat.

Isra Mikraj juga menjadi bukti keimanan yang hakiki. Peristiwa ini diuji kepada kaum Quraisy, yang sebagian besar menolak kebenaran cerita tersebut karena dianggap tidak masuk akal.

Namun, bagi orang-orang beriman seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, peristiwa ini diterima tanpa keraguan. Sebab itu, Abu Bakar mendapat gelar "Ash-Shiddiq" (yang membenarkan).

Lebih dari sekadar perjalanan spiritual, Isra Mikraj menjadi momentum penting dalam dakwah Islam. Peristiwa ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW adalah utusan yang mendapatkan bimbingan langsung dari Allah SWT.

Baca Juga: Puasa Sunah Bulan Rajab Selama Berapa Hari? Ini Puasa Sunah Selain Rajab yang Bisa Anda Lakukan Setiap Bulan

Salat lima waktu yang diwajibkan dalam peristiwa ini menjadi wujud hubungan manusia dengan Allah, sekaligus pilar utama dalam kehidupan seorang Muslim.

Dengan memahami Isra Mikraj, kita diajak untuk merenungi keagungan Allah SWT, ketaatan total kepada-Nya, dan pentingnya menjaga salat sebagai kewajiban utama.

Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa dalam setiap tantangan kehidupan, Allah selalu memberikan petunjuk dan kekuatan kepada hamba-Nya yang beriman.

Marilah kita jadikan bulan Rajab sebagai momen untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sebagaimana Rasulullah SAW menjadikan setiap peristiwa besar dalam hidupnya sebagai pelajaran berharga bagi umat Islam.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.