Akurat Logo

When the Phone Rings Episode 11 Viral, Apa yang Boleh dan Tidak Boleh dari Film Ini dalam Perspektif Islam?

Fajar Rizky Ramadhan | 4 Januari 2025, 06:51 WIB
When the Phone Rings Episode 11 Viral, Apa yang Boleh dan Tidak Boleh dari Film Ini dalam Perspektif Islam?

AKURAT.CO Serial When the Phone Rings yang tengah viral, khususnya episode 11, menarik perhatian banyak penonton dengan alur ceritanya yang penuh teka-teki dan intens.

Namun, sebagai Muslim, kita perlu menilai konten film ini dari perspektif syariat Islam.

Bagaimana Islam melihat hal-hal yang diperlihatkan dalam film ini? Apakah ada batasan yang perlu kita perhatikan?

Dalam Islam, salah satu prinsip utama dalam menilai sebuah karya seni atau hiburan adalah memastikan bahwa karya tersebut tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan." (QS. Al-Ma'idah: 2).

Dari ayat ini, kita diajarkan untuk mendukung hal-hal yang membawa kebaikan dan menjauhkan diri dari apa yang mengandung dosa atau permusuhan. Dalam konteks When the Phone Rings, beberapa hal yang dapat dikaji adalah:

1. Penggambaran Kekerasan dan Ketegangan Ekstrem

Film ini dikenal dengan elemen suspense dan adegan yang sering kali mengarah pada kekerasan atau ketakutan ekstrem.

Dalam Islam, meskipun seni diperbolehkan, penyajian kekerasan secara eksplisit yang dapat memicu rasa takut berlebihan atau merusak mental penonton perlu dihindari.

Rasulullah ﷺ bersabda:لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ" Tidak boleh melakukan sesuatu yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain." (HR. Ibnu Majah).

Baca Juga: Hari Libur Nasional Kalender 2025 yang Bertepatan dengan Hari Besar Islam

 

2. Pesan Moral yang Tersirat

Jika film ini mengandung pesan moral yang baik, seperti kesadaran akan pentingnya keberanian, kejujuran, atau solidaritas, maka hal ini bisa menjadi nilai positif.

Namun, jika pesan moral tersebut dicampur dengan cara-cara yang haram atau tidak Islami, maka perlu disikapi dengan kritis. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَاتِ

"Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari dan Muslim).

 

3. Pakaian dan Perilaku Tokoh

Dalam beberapa adegan, mungkin ada tokoh yang berpakaian tidak sesuai dengan ajaran Islam atau berperilaku tidak sopan. Dalam Islam, batasan aurat sangat jelas, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Allah berfirman:

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ

"Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka." (QS. An-Nur: 30).

 

4. Hubungan Antara Laki-laki dan Perempuan

Jika film ini menampilkan interaksi yang tidak sesuai dengan batasan syariat antara laki-laki dan perempuan, maka ini adalah hal yang tidak boleh ditoleransi.

Dalam Islam, interaksi antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram memiliki batasan yang jelas untuk menghindari fitnah. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا خَلَا رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا كَانَ الشَّيْطَانُ ثَالِثَهُمَا

"Tidaklah seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali setan adalah pihak ketiga di antara mereka." (HR. Tirmidzi).

 

5. Efek pada Penonton

Islam juga memperhatikan dampak hiburan terhadap jiwa dan akhlak seseorang. Jika film ini membuat penonton menjadi lebih paranoid, takut tanpa sebab, atau bahkan meniru hal-hal yang buruk, maka hal ini bertentangan dengan prinsip Islam. Allah berfirman:

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

"Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semua itu akan dimintai pertanggungjawaban." (QS. Al-Isra': 36).

Baca Juga: Saldo Dana Kaget Jadi Perbincangan Netizen, Halal atau Tidak menurut Hukum Islam?

Kesimpulannya, film When the Phone Rings bisa saja memberikan hiburan yang menarik, namun sebagai Muslim, kita harus selektif dalam menikmatinya.

Hiburan yang baik adalah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa manfaat

bagi jiwa dan tidak melanggar batasan syariat. Dalam menonton, selalu tanamkan niat yang baik, hindari adegan yang haram, dan jadikan pengalaman tersebut sebagai sarana untuk mengambil pelajaran yang bermanfaat.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.