Akurat

Viral Komunitas Motor CB Makan hingga Tiduran di Minimarket, Apa Respons Islam atas Kejadian Ini?

Fajar Rizky Ramadhan | 17 Desember 2024, 10:00 WIB
Viral Komunitas Motor CB Makan hingga Tiduran di Minimarket, Apa Respons Islam atas Kejadian Ini?

 

AKURAT.CO Baru-baru ini, sebuah video viral menampilkan komunitas motor CB yang tengah melakukan aktivitas tak biasa di sebuah minimarket di Nganjuk, Jawa Timur.

Dalam video tersebut, sejumlah anggota komunitas motor ini terlihat masuk ke dalam minimarket, makan makanan di tempat diduga dengan tanpa membayar, bahkan ada yang tiduran di lantai minimarket.

Kejadian ini menimbulkan kehebohan di media sosial, memancing berbagai reaksi dari masyarakat.

Dalam pandangan Islam, tindakan seperti ini tentu memerlukan pengkajian mendalam, terutama dari sisi adab, hukum, dan tanggung jawab sosial.

Adab dan Etika dalam Islam

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga adab dan etika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika berada di ruang publik seperti minimarket.

Perilaku seperti makan tanpa izin, apalagi tanpa membayar, jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan kejujuran dan amanah. Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu." (QS. An-Nisa: 29).

Baca Juga: Bolehkah Orang Kaya Menerima Program PKH dari Pemerintah? Ini Jawabannya menurut Islam

Dalam ayat ini, Allah melarang umat-Nya mengambil harta orang lain dengan cara yang tidak sah, termasuk mencuri atau menggunakan barang tanpa izin.

Memakan makanan tanpa membayarnya di minimarket bisa dikategorikan sebagai tindakan memakan harta orang lain secara batil.

Tanggung Jawab Sosial dan Amanah

Komunitas motor, sebagai sebuah kelompok yang sering berinteraksi dengan masyarakat, memiliki tanggung jawab sosial untuk menunjukkan perilaku yang baik dan menjadi teladan. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

Artinya: "Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang ketika melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan baik." (HR. Al-Baihaqi).

Tindakan makan tanpa membayar jika memang benar terjadi, apalagi sampai tidur di minimarket, menunjukkan kurangnya rasa tanggung jawab.

Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, termasuk dalam menghormati hak-hak orang lain.

Hukuman atas Tindakan yang Melanggar Syariat

Dalam Islam, setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jika tindakan seperti ini dibiarkan, tidak hanya merugikan pemilik minimarket tetapi juga menciptakan kerusakan sosial. Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

Artinya: "Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain." (HR. Ahmad).

Tindakan ini jelas merugikan pemilik usaha dan juga mencoreng nama komunitas motor itu sendiri. Islam menganjurkan agar seseorang yang melakukan kesalahan segera bertaubat dan mengganti kerugian yang telah ditimbulkan.

Solusi dalam Islam

Islam menawarkan solusi atas permasalahan seperti ini dengan pendekatan yang penuh hikmah.

Pertama, setiap individu yang terlibat dalam peristiwa tersebut dianjurkan untuk meminta maaf kepada pemilik minimarket dan mengganti barang-barang yang telah mereka ambil.

Kedua, komunitas motor perlu melakukan introspeksi dan memperbaiki citra dengan menunjukkan perilaku yang lebih baik di masa mendatang.

Baca Juga: Hukum Memprediksi Kesuksesan dan Kekayaan Berdasarkan Kalender Weton Jawa, Bolehkah dalam Islam?

Allah berfirman:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

Artinya: "Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri." (QS. Al-Baqarah: 222).

Dengan bertaubat dan memperbaiki kesalahan, mereka tidak hanya memperbaiki hubungan dengan manusia, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah.

Kejadian komunitas motor CB yang makan dan tidur di minimarket tanpa izin hingga diduga tidak membayar makanan adalah tindakan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Dalam Islam, menjaga amanah, menghormati hak orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakan adalah nilai-nilai yang harus dijunjung tinggi.

Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, serta mendorong komunitas tersebut untuk memperbaiki diri dan menunjukkan teladan yang baik di masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.