Akurat

Profil Presiden Suriah Bashar al-Assad, Pemimpin yang Kabur dari Damaskus

Lufaefi | 9 Desember 2024, 06:00 WIB
Profil Presiden Suriah Bashar al-Assad, Pemimpin yang Kabur dari Damaskus

AKURAT.CO – Rezim otoriter Bashar al-Assad resmi berakhir setelah pemberontak berhasil merebut ibu kota Damaskus dalam serangan kilat pada 8 Desember 2024.

Pemimpin Suriah yang telah memerintah selama lebih dari dua dekade itu dilaporkan melarikan diri ke lokasi yang hingga kini dirahasiakan.

Kejatuhan Damaskus menandai berakhirnya kekuasaan keluarga al-Assad, yang telah mendominasi Suriah sejak 1971, dengan Bashar menjadi presiden ke-19 negara tersebut sejak tahun 2000.

Masa Muda dan Awal Karier Politik

Bashar al-Assad lahir pada 11 September 1965 di Damaskus, berasal dari keluarga elite Alawit. Ayahnya, Hafez al-Assad, memimpin Suriah selama tiga dekade. Awalnya, Bashar tidak diproyeksikan untuk menggantikan ayahnya.

Kakaknya, Bassel, adalah pewaris yang dipersiapkan, tetapi kematiannya dalam kecelakaan mobil pada 1994 membuat Bashar dipanggil kembali dari studinya di bidang oftalmologi di Inggris untuk menjalani pelatihan militer dan politik.

Pada tahun 2000, setelah kematian Hafez al-Assad, Bashar naik ke tampuk kekuasaan melalui pemilu yang diatur dengan penyesuaian konstitusi. Ia sempat menjanjikan reformasi melalui "Musim Semi Damaskus," tetapi harapan itu segera sirna dengan tindakan represif terhadap oposisi dan pembatasan kebebasan politik.

Kepemimpinan Otoriter dan Konflik Suriah

Selama masa pemerintahannya, Bashar dikenal sebagai pemimpin yang mengandalkan kekerasan untuk mempertahankan kekuasaan.

Rezimnya dituduh melakukan berbagai pelanggaran berat hak asasi manusia, termasuk penggunaan senjata kimia di Ghouta Timur pada 2013, yang menewaskan ratusan warga sipil.

Baca Juga: Istana Diserbu, Keberadaan Presiden Suriah Bashar Al-Assad Belum Diketahui

Amnesty International menjuluki Penjara Saydnaya sebagai "penjara pembantaian" akibat penyiksaan sistematis terhadap tahanan.

Perang saudara yang meletus pada 2011 memperburuk kondisi Suriah. Serangan brutal terhadap wilayah-wilayah oposisi seperti Aleppo dan Homs menyebabkan ratusan ribu korban jiwa, sementara jutaan lainnya menjadi pengungsi. Dukungan Rusia dan Iran membuat Assad bertahan meski menghadapi kecaman internasional.

Runtuhnya Rezim Assad

November 2024 menjadi awal kejatuhan rezim Assad ketika kelompok pemberontak, yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS), melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah strategis. Puncaknya, pada 8 Desember 2024, Damaskus jatuh ke tangan pemberontak.

Bashar al-Assad dilaporkan meninggalkan Istana Presiden hanya beberapa jam sebelum pemberontak menguasai ibu kota. Rekaman yang tersebar menunjukkan euforia warga Suriah menghancurkan simbol-simbol rezim seperti patung Hafez al-Assad dan membebaskan tahanan politik.

Baca Juga: Pimpin Negara di Usia 34 Tahun, Ini 5 Fakta Menarik Presiden Suriah Bashar al-Assad

Pelajaran dari Era Assad

Kejatuhan Bashar al-Assad membawa babak baru bagi Suriah yang selama lebih dari satu dekade dilanda perang dan kehancuran. Rekonsiliasi, pembangunan kembali, dan stabilitas politik menjadi tantangan besar bagi negara tersebut.

Bashar al-Assad, yang memulai kariernya sebagai dokter, akan dikenang sebagai diktator yang meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah Timur Tengah—sebuah kisah tentang kekuasaan yang diwariskan, konflik berkepanjangan, dan akhir yang tragis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.