Akurat

Aplikasi Meta AI WhatsApp Trending, Begini Tips Islami dalam Menggunakannya agar Tidak Menarik Kemaksiatan

Fajar Rizky Ramadhan | 7 Desember 2024, 11:00 WIB
Aplikasi Meta AI WhatsApp Trending, Begini Tips Islami dalam Menggunakannya agar Tidak Menarik Kemaksiatan

AKURAT.CO Perkembangan teknologi semakin pesat, dan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp terus menghadirkan inovasi terbaru untuk memudahkan penggunanya.

Salah satu fitur yang kini ramai diperbincangkan adalah teknologi Meta AI, yang memungkinkan pengalaman interaksi menjadi lebih personal dan cerdas.

Meski demikian, sebagai seorang Muslim, kita perlu bijak dalam memanfaatkan teknologi agar tetap sesuai dengan nilai-nilai Islam dan menjauhi kemaksiatan.

Islam mengajarkan bahwa setiap aktivitas seorang Muslim, termasuk penggunaan teknologi, haruslah memiliki niat yang baik dan dilandasi prinsip kehati-hatian. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

"وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا"

(“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban.”) — (QS. Al-Isra: 36).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa setiap tindakan, termasuk penggunaan teknologi seperti fitur AI dalam WhatsApp, harus didasari pengetahuan dan tanggung jawab.

Berikut adalah beberapa prinsip Islami yang dapat diterapkan agar penggunaan aplikasi ini tidak mengarah pada kemaksiatan:

1. Menggunakan Teknologi untuk Kebaikan

Teknologi adalah alat, bukan tujuan. Seorang Muslim dianjurkan menggunakan alat ini untuk hal-hal yang membawa manfaat, seperti berdakwah, berbagi ilmu, atau mempererat silaturahmi. Rasulullah SAW bersabda:

"خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ"

(“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”) — (HR. Ahmad).

Fitur AI dalam WhatsApp dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas, misalnya menjadwalkan pertemuan, membuat catatan pengingat untuk amal kebaikan, atau berbagi informasi Islami.

Baca Juga: Mengenal Fitur Meta AI WhatsApp Berikut Cara Menggunakan dan Menghilangkannya

2. Menjaga Adab dan Etika Komunikasi

Meski teknologi semakin canggih, etika komunikasi tetap harus dijaga. Dalam Islam, dilarang menyebarkan fitnah, menggunjing, atau berbicara yang sia-sia. Allah berfirman:

"وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا"

(“Dan ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia.”) — (QS. Al-Baqarah: 83).

Hindari menggunakan teknologi AI untuk membuat atau menyebarkan konten yang merugikan orang lain atau bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

3. Menghindari Penyalahgunaan yang Mengarah pada Kemaksiatan

Teknologi yang canggih dapat menjadi pintu menuju kemaksiatan jika tidak digunakan dengan hati-hati. Contohnya, fitur AI yang digunakan untuk membuat pesan-pesan manipulatif atau menggoda lawan jenis di luar batas syariat. Rasulullah SAW mengingatkan:

"إِنَّ الْحَلالَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرامَ بَيِّنٌ"

(“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas.”)— (HR. Bukhari dan Muslim).

Karena itu, penting bagi setiap Muslim untuk memahami batasan syariat dalam menggunakan aplikasi ini.

4. Memanfaatkan Waktu dengan Bijak

Salah satu bahaya penggunaan teknologi adalah kecenderungan menyia-nyiakan waktu dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:

"وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ"

(“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.”) — (QS. Al-‘Asr: 1-3).

Baca Juga: WhatsApp Uji Fitur Berbagi Saluran dengan Kode QR

Gunakan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas ibadah, seperti mengakses konten Islami atau mengatur pengingat waktu shalat.

Teknologi Meta AI dalam WhatsApp memang menawarkan banyak kemudahan, tetapi penggunaannya harus dilandasi niat untuk kebaikan dan dalam bingkai syariat.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip Islami, kita dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal tanpa terjerumus pada kemaksiatan.

Semoga Allah senantiasa membimbing kita dalam menggunakan setiap nikmat yang diberikan-Nya dengan bijak dan bertanggung jawab.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.