Akurat

Ramai Rumah Tangga Retak sebab Media Sosial, Ini Tuntunan Bermain Medsos bagi Pasutri

Fajar Rizky Ramadhan | 11 November 2024, 11:30 WIB
Ramai Rumah Tangga Retak sebab Media Sosial, Ini Tuntunan Bermain Medsos bagi Pasutri

AKURAT.CO Dalam era digital yang semakin berkembang, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari.

Banyak pasangan suami istri (pasutri) yang memanfaatkan media sosial untuk saling berkomunikasi, berbagi momen bahagia, bahkan mengembangkan bisnis keluarga.

Namun, di balik manfaatnya, media sosial juga membawa risiko yang serius, salah satunya adalah kehancuran rumah tangga.

Maraknya kasus perceraian atau konflik rumah tangga yang berawal dari media sosial menunjukkan bahwa penggunaan platform ini harus diiringi dengan adab dan batasan yang sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam Islam, hubungan suami istri merupakan ikatan yang sakral dan dijaga dengan aturan yang melindungi kedua belah pihak dari keretakan. Allah berfirman dalam Al-Qur’an:

"وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ"

Artinya: "Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21).

Baca Juga: Bolehkah Anak Tidur Satu Kamar dengan Orang Tua? Begini Ketentuannya dalam Islam

Ayat ini mengingatkan bahwa tujuan dari pernikahan adalah terciptanya ketenteraman, kasih sayang, dan saling memahami antara suami dan istri.

Media sosial, bila tidak digunakan dengan hati-hati, dapat menggerogoti ketenteraman ini melalui potensi permasalahan seperti kecemburuan, perselingkuhan, atau konflik akibat kesalahpahaman.

Untuk menjaga hubungan dalam berumah tangga, Islam memberikan panduan mengenai adab bermedia sosial. Pertama, suami istri harus menjaga batasan interaksi di media sosial, terutama dalam hal komunikasi dengan lawan jenis. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

"قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ"

Artinya: "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (QS. An-Nur: 30)

Pesan ini juga berlaku bagi wanita beriman, agar keduanya menahan pandangan dan menjaga kemurnian hubungan mereka. Meskipun komunikasi digital tidak melibatkan kontak fisik, interaksi yang berlebihan dengan lawan jenis di media sosial bisa membuka pintu fitnah dan menimbulkan kecemburuan dalam hati pasangan.

Selain itu, suami istri hendaknya menghindari memamerkan masalah atau kehidupan pribadi secara berlebihan di media sosial. Dalam Islam, kehormatan dan privasi rumah tangga sangatlah dijaga. Rasulullah SAW bersabda:

"إِنَّ مِنْ شَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِي إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِي إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا"

Artinya: "Sesungguhnya termasuk manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang laki-laki yang berhubungan dengan istrinya dan seorang istri yang berhubungan dengan suaminya, kemudian ia menyebarkan rahasia (hubungan) itu." (HR. Muslim)

Baca Juga: Link Video Mirip Lydia Onic 12 Menit 13 Detik Viral! Islam Larang Keras Konsumsi Video Syur!

Hadis ini mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan dan rahasia pasangan. Kebiasaan mengumbar masalah pribadi atau konflik di media sosial justru dapat memperburuk situasi dan mempermalukan salah satu pihak. Menghormati batasan-batasan ini akan menjaga kedamaian dalam rumah tangga dan menjauhkan dari potensi konflik.

Sebagai tambahan, media sosial seharusnya menjadi sarana untuk saling mendukung dan memperkuat ikatan, bukan sebaliknya. Menyebarkan kata-kata positif atau saling memotivasi dalam bentuk yang sewajarnya dapat mempererat hubungan suami istri.

Namun, pasangan harus tetap mengedepankan komunikasi langsung yang berkualitas daripada terlalu bergantung pada pesan teks atau unggahan untuk mengungkapkan kasih sayang.

Dengan demikian, untuk pasangan Muslim, bermedia sosial memerlukan sikap bijak, menjaga batasan, dan selalu mengingat nilai-nilai yang diajarkan Islam.

Tujuannya adalah untuk menjaga keharmonisan dan rasa hormat antara satu sama lain, sekaligus menjalani peran dalam pernikahan sebagai amanah yang suci dari Allah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.