Khutbah Pertama
الحَمْدُ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Amma ba’du, jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran: 102).
Pada kesempatan ini, saya akan menyampaikan khutbah tentang "Bahaya Politik Uang dalam Islam". Fenomena politik uang adalah salah satu bentuk korupsi yang sangat merusak.
Dalam Islam, segala bentuk jual beli suara atau penyuapan untuk meraih kekuasaan adalah tindakan yang tercela dan dilarang. Politik uang mencederai nilai-nilai keadilan dan menodai amanah yang seharusnya dijaga oleh para pemimpin dan wakil rakyat.
Baca Juga: Khutbah di Masjid Istiqlal, Imam Besar Masjid Nabawi: Islam di Indonesia Islam Cinta dan Moderat
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Politik uang merupakan tindakan memberikan materi atau harta untuk mempengaruhi keputusan orang lain, khususnya dalam hal pemilihan dan kekuasaan. Dalam perspektif Islam, tindakan ini tergolong sebagai bentuk korupsi, suap, dan penyalahgunaan amanah. Allah SWT berfirman dalam Al-Quran:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Dan janganlah kamu makan (mengambil) harta orang lain dengan jalan yang batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah: 188).
Politik uang akan menimbulkan mudarat besar dalam masyarakat. Di antaranya, terpilihnya pemimpin yang tidak kompeten, mengabaikan kepentingan rakyat, dan lebih mementingkan kepentingan pribadi serta golongan. Dalam hadits Nabi Muhammad SAW disebutkan:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الرَّاشِي وَالْمُرْتَشِي"
"Dari Abdullah bin Amr RA, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ‘Laknat Allah atas orang yang memberi dan menerima suap.’" (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Hadits ini menunjukkan betapa beratnya hukuman bagi pelaku politik uang, baik pemberi maupun penerima. Allah SWT melaknat perbuatan tersebut karena dampak buruknya sangat luas dan merusak tatanan sosial. Politik uang juga akan menghilangkan kepercayaan masyarakat pada pemimpin dan sistem pemerintahan.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Maulid Nabi, Upaya Meneladani Sifat Rasulullah Saw
Maka, sebagai umat Islam yang beriman, kita harus berkomitmen untuk menolak segala bentuk politik uang. Kita wajib memilih pemimpin berdasarkan kriteria amanah, adil, dan memiliki kemampuan, bukan karena materi atau uang yang diberikan.
Khutbah Kedua
الحَمْدُ لِلَّهِ، حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Politik uang adalah salah satu penyebab kehancuran moral dalam masyarakat. Tindakan ini mengakibatkan rusaknya nilai-nilai kejujuran dan keadilan dalam kehidupan. Oleh karena itu, kita harus menghindari praktik ini dan mengingatkan keluarga, sahabat, dan masyarakat kita agar tidak terlibat.
Allah SWT berfirman:
وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
"Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (QS. Al-Maidah: 2).
Semoga kita senantiasa diberi kekuatan oleh Allah untuk menjauhi segala bentuk politik uang dan menjaga amanah sebagai umat yang bertakwa. Mari kita berdoa semoga Allah meneguhkan hati kita untuk tetap berada di jalan yang benar.
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات. ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. وصل اللهم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. والحمد لله رب العالمين.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah, sebelum kita akhiri khutbah ini, marilah kita bermunajat kepada Allah agar dijauhkan dari fitnah dunia, termasuk fitnah harta, jabatan, dan kekuasaan.
Amin ya Rabbal Alamin.