Akurat

Sejumlah Alasan Mengapa Gus Baha Tidak Mau Dipanggil dalam Acara-acara Umum

Fajar Rizky Ramadhan | 17 Oktober 2024, 08:30 WIB
Sejumlah Alasan Mengapa Gus Baha Tidak Mau Dipanggil dalam Acara-acara Umum

AKURAT.CO Gus Baha, atau KH. Ahmad Bahauddin Nursalim, dikenal sebagai ulama kharismatik yang banyak dikagumi karena kedalaman ilmunya.

Namun, belakangan, muncul pertanyaan dari kalangan jamaah dan tokoh masyarakat tentang mengapa Gus Baha jarang terlihat hadir di acara-acara besar. 

Jawaban yang sering muncul dari lingkungan dekatnya adalah bahwa Gus Baha ingin uzlah, atau menyepi. Apa sebenarnya alasan di balik keputusannya itu?

Konsep Uzlah dalam Islam

Uzlah adalah praktik menyendiri atau menjauh dari keramaian untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Konsep ini tidak selalu berarti sepenuhnya menghindari masyarakat, tetapi lebih pada mencari ketenangan untuk memperdalam ibadah dan menghindari hal-hal yang bisa melalaikan.

Gus Baha tampaknya ingin menerapkan uzlah ini untuk menjaga kesederhanaan dan ketulusan hatinya dalam beragama.

Baca Juga: 3 Humor Gus Dur tentang Pejabat, Canda yang Sarat Makna

Fokus pada Ilmu dan Kualitas Dakwah

Gus Baha lebih mengutamakan pengajaran dengan pendekatan sederhana dan mendalam, seperti mengajar tafsir Al-Qur’an kepada santri secara langsung di pesantrennya.

Ia percaya bahwa dakwah tidak harus melalui panggung besar, melainkan bisa dilakukan dalam lingkup kecil tetapi berdampak besar.

Acara-acara seremonial yang berlebihan mungkin dianggap kurang efektif dalam menyampaikan esensi ilmu agama.

Menghindari Popularitas Berlebih

Dalam wawancara dan ceramah, Gus Baha sering menekankan pentingnya menjaga keikhlasan.

Popularitas berlebih dapat menjerumuskan seseorang ke dalam ujian yang sulit, seperti riya atau merasa lebih hebat dari orang lain.

Dengan menghindari panggilan ke acara-acara besar, Gus Baha ingin menjaga dirinya dari godaan-godaan ini.

Menjaga Kesederhanaan dan Kemandirian

Sikap Gus Baha yang tidak suka diundang ke acara-acara juga mencerminkan prinsip hidup sederhana yang ia pegang teguh. Ia merasa lebih nyaman berada di lingkungannya sendiri, bersama santri dan keluarganya.

Keputusannya ini memperlihatkan bahwa ia lebih memilih hidup dalam kemandirian dan tidak terlalu bergantung pada ketenaran.

Baca Juga: Jadwal Sholat Bandung dan Sekitarnya, Kamis 17 Oktober 2024

Membatasi Waktu demi Keseimbangan Hidup

Sebagai ulama, Gus Baha juga manusia biasa yang membutuhkan waktu untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga.

Menghadiri terlalu banyak acara bisa mengganggu keseimbangan waktu antara ibadah, keluarga, dan aktivitas pribadi.

Dengan menghindari banyak undangan, ia bisa fokus pada hal-hal yang menurutnya lebih utama.

Keputusan Gus Baha untuk tidak mau dipanggil ke acara-acara besar merupakan langkah bijaksana yang didasari oleh beberapa alasan mendalam.

Ia ingin menjaga keikhlasan, fokus pada pengajaran yang berkualitas, dan tetap setia pada prinsip kesederhanaan.

Melalui sikap uzlah, Gus Baha berusaha menghindari godaan popularitas dan tetap menjalani hidup dengan penuh keseimbangan.

Keputusan ini bukan sekadar pilihan pribadi, tetapi juga menjadi pelajaran berharga bagi umat Muslim tentang arti kebijaksanaan dan keikhlasan dalam berdakwah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.