AKURAT.CO Belakangan ini, publik dihebohkan oleh tindakan tak senonoh seorang mahasiswa di Lampung yang memamerkan alat kelaminnya di sebuah minimarket.
Kejadian ini tentu mengundang beragam reaksi dari masyarakat, terutama dari sudut pandang agama, khususnya Islam.
Bagaimana sebenarnya Islam memandang tindakan semacam ini, dan apa dalil yang bisa dijadikan acuan untuk menilai perbuatan tersebut?
Dalam Islam, menjaga aurat adalah bagian dari kewajiban seorang Muslim. Aurat, atau bagian tubuh yang harus ditutupi, merupakan salah satu aspek penting yang diajarkan oleh agama sebagai bentuk penghormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Tindakan pamer alat kelamin adalah salah satu bentuk pelanggaran terhadap konsep menjaga aurat ini.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah An-Nur ayat 30-31:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."
Ayat ini dengan jelas menyatakan bahwa seorang Muslim harus menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya. Artinya, segala bentuk tindakan yang berkaitan dengan penyingkapan aurat atau alat kelamin di hadapan orang lain tanpa alasan yang syar'i (seperti dalam hubungan suami istri atau keadaan darurat medis) adalah dilarang dalam Islam.
Baca Juga: Viral! Mahasiswa UNNES Gantung Diri Diduga karena Pinjol, Ini Dosa Besar Bunuh Diri dalam Islam
Larangan Berbuat Keji
Tindakan pamer alat kelamin dapat dikategorikan sebagai perbuatan keji atau fahisyah. Dalam Islam, segala bentuk perbuatan keji sangat dilarang, karena bertentangan dengan nilai-nilai moral dan etika yang diajarkan oleh agama.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 28:
وَإِذَا فَعَلُوا۟ فَٰحِشَةًۭ قَالُوا۟ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: 'Kami mendapati nenek moyang kami melakukannya, dan Allah memerintahkan kami untuk melakukannya.' Katakanlah: 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (melakukan) perbuatan yang keji. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?'"
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah tidak pernah memerintahkan manusia untuk melakukan perbuatan keji, termasuk tindakan tidak senonoh seperti memamerkan alat kelamin.
Islam menganjurkan setiap Muslim untuk menjaga martabat dan kehormatan, serta menjauhi tindakan yang merendahkan dirinya sendiri dan orang lain.
Pentingnya Rasa Malu dalam Islam
Rasa malu atau haya' adalah salah satu sifat yang sangat dijunjung tinggi dalam Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda:
الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
"Malu adalah sebagian dari iman." (HR. Bukhari dan Muslim)
Sifat malu ini bukan hanya terkait dengan rasa malu kepada sesama manusia, tetapi yang lebih penting adalah rasa malu kepada Allah.
Ketika seseorang melakukan tindakan seperti memamerkan aurat di hadapan publik, itu menunjukkan kurangnya rasa malu dan rasa takut kepada Allah, yang seharusnya menjadi landasan dalam setiap tindakan seorang Muslim.
Baca Juga: Habib Jafar Kecelakaan, Alami Cedera pada Tangan Kirinya
Tindakan memamerkan alat kelamin di tempat umum, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa di Lampung, adalah perbuatan yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
Dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits dengan jelas menunjukkan bahwa menjaga aurat dan kehormatan adalah kewajiban seorang Muslim, dan perbuatan keji seperti ini tidak dibenarkan.
Selain itu, rasa malu yang merupakan bagian dari iman harus selalu dijaga agar terhindar dari tindakan yang merusak moral dan akhlak.
Islam mengajarkan umatnya untuk selalu bertindak dengan akhlak mulia dan menjaga kesucian diri, baik di hadapan manusia maupun Allah.
Oleh karena itu, setiap Muslim diharapkan bisa menjauhi perbuatan tercela semacam ini, serta senantiasa menjaga kehormatan diri di mana pun mereka berada.